Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB

Jembrana, Mediajembrana.com – Kemarau panjang mulai menguji daya tahan ekosistem Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Savana mengering, vegetasi hutan musim berubah menjadi hamparan cokelat, sementara sumber air alami di dalam kawasan hutan terus menyusut.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di kawasan Semenanjung. Sejumlah kubangan alami yang selama ini menjadi penopang hidup satwa liar mulai kehilangan debit karena mata air pengisinya mengecil. Agar satwa tidak terancam dehidrasi, petugas TNBB terpaksa memasok air secara rutin ke titik-titik tersebut.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Jembrana Isai Yusidarta menjelaskan, fenomena kekeringan ini sebenarnya terjadi setiap tahun. Namun, intervensi berupa penyuplai air tetap wajib dilakukan saat debit mata air alami menyusut drastis.

“Memang setiap kemarau di TNBB kekeringan, terutama di wilayah Semenanjung. Intervensi dengan menyediakan air untuk satwa,” ujar Isai.

Isai mencatat, saat ini ada tiga lokasi sumber air alami yang masih dimanfaatkan satwa namun butuh pasokan air tambahan. Selain itu, TNBB telah menyiagakan tujuh bak air buatan serta fasilitas air di titik penangkaran dan pelepasliaran burung.

Tak hanya mengancam kelangsungan hidup satwa, vegetasi yang mengering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rumput dan semak yang kehilangan kadar air kini menjadi material yang sangat mudah terbakar jika tersulut api.

Mengantisipasi hal tersebut, pihak pengelola TNBB langsung memperketat pengamanan kawasan. Sejumlah armada pemadam kebakaran, instalasi hidran, dan personel gabungan diturunkan untuk bersiaga penuh.

“Petugas siap memadamkan api. Pencegahan bersama warga binaan juga dilakukan. Patroli pencegahan kebakaran hutan bersama masyarakat peduli api (MPA) juga sering dilakukan,” tegas Isai.

Pengelolaan air dan pengawasan ketat menjadi kunci utama TNBB saat ini. Pasalnya, kekeringan bukan lagi sekadar masalah satwa mencari minum, melainkan ancaman berantai terhadap kerusakan habitat dan potensi bencana kebakaran yang lebih luas. (MJ)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park

Jembrana

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar

Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB

Jenazah WNA Polandia yang Tenggelam di Jembrana Dijemput Keluarga 

Adu Banteng Pick Up vs Tronton di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sopir Pick Up Tewas

Sempat Terkendala Biaya, Lima Siswa SMAN 1 Negara Akhirnya Dapat Dukungan ke Kompetisi Esai Internasional di Malaysia

Jembrana

Gara-Gara Oleng di Tikungan, Truk Box Hantam Pohon dan Masuk Parit di Jembrana

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terdampar di Pesisir Pantai Air Kuning

Berita Terbaru

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park

Jembrana

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar

Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB

Jenazah WNA Polandia yang Tenggelam di Jembrana Dijemput Keluarga