Jembrana, Mediajembrana – Pencarian terhadap I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, yang hilang di perairan Pulukan masih belum membuahkan hasil. Upaya pencarian hari kedua yang digelar Tim SAR Gabungan sejak Jumat (11/9) pagi hingga sore hari tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Dalam operasi hari kedua ini, Tim SAR Gabungan telah memperluas area pencarian. Wilayah penyisiran yang sebelumnya membentang dari perairan Gilimanuk hingga Pengambengan, kini digeser dari perairan Pengambengan ke arah timur sampai perairan Air Kuning, Kecamatan Negara.
“Pencarian hari kedua kita lanjutkan dari Pengambengan ke timur sampai perairan Air Kuning, kemudian ke arah selatan dan ke arah barat,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, Jumat (11/9).
Selain mengerahkan perahu Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir jalur laut, Tim SAR juga memaksimalkan pemantauan udara dengan mendatangkan drone thermal. Pencarian darat pun tetap berjalan di sepanjang kawasan pesisir Pengambengan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke tepi pantai.
Dewa Hendri menambahkan, kondisi cuaca di lapangan menjadi tantangan utama bagi petugas. Angin kencang di tengah laut sempat menyulitkan pergerakan tim saat melakukan penyisiran menggunakan RIB.
“Kondisi angin cukup kencang di perairan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi di laut,” lanjutnya.
Sugiarta sebelumnya dilaporkan hilang setelah sampan fiber yang ditumpanginya bersama dua rekan nelayan menabrak kayu terapung di perairan Pulukan pada Rabu (9/9) sekitar pukul 17.00 WITA. Benturan tersebut menyebabkan perahu pecah dan tenggelam.
Dua rekan korban berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang melintas, sementara Sugiarta terpisah dari rombongan dan terhempas arus laut. Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus dilanjutkan. (MJ)