BPJS Ingatkan Publik, Layanan Kesehatan Bukan Gratis

JAKARTA, Mediajembrana.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memaknai layanan kesehatan sebagai sesuatu yang murah dan gratis.

Menurutnya, biaya kesehatan sejatinya sangat mahal, namun selama ini tertutup oleh skema gotong royong dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pernyataan tersebut disampaikan Ali Ghufron kepada awak media di Jakarta, Minggu (9/2/2026), sebagaimana dikutip sejumlah media nasional.

“Banyak yang mengira kesehatan itu murah dan gratis. Padahal kesehatan itu mahal. Yang membayar itu negara dan peserta,” kata Ali Ghufron.

Ia menjelaskan, kesan “gratis” yang selama ini dirasakan peserta JKN muncul karena biaya pelayanan kesehatan dibayarkan melalui iuran peserta dan dukungan anggaran negara, khususnya untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Tanpa mekanisme tersebut, masyarakat harus menanggung langsung biaya layanan medis yang nilainya tidak kecil.

Ali Ghufron menegaskan, BPJS Kesehatan bukan badan usaha yang berorientasi profit, melainkan badan hukum publik yang menjalankan amanat undang-undang. Karena itu, fokus utama BPJS Kesehatan adalah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan dapat diakses seluruh peserta secara berkelanjutan.

“BPJS Kesehatan bukan badan usaha yang mencari keuntungan. Kami badan hukum publik yang menjalankan amanat negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan sistem JKN sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pihak dalam memenuhi kewajibannya. Baik peserta mandiri maupun negara memiliki peran penting agar sistem pembiayaan kesehatan nasional tetap sehat.

“Kalau tidak ada yang membayar, tidak mungkin pelayanan kesehatan bisa berjalan,” tegas Ali Ghufron.

Menurutnya, persepsi keliru bahwa layanan kesehatan sepenuhnya gratis berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari rendahnya kesadaran membayar iuran hingga tekanan terhadap keuangan JKN. Ia menilai, edukasi publik perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa layanan kesehatan yang mereka nikmati merupakan hasil dari sistem gotong royong nasional.

“Jangan sampai masyarakat merasa semua gratis, lalu tidak peduli dengan keberlangsungan sistemnya,” katanya.

BPJS Kesehatan, lanjut Ali Ghufron, akan terus memperkuat transparansi dan edukasi publik agar pemahaman masyarakat terhadap sistem JKN semakin baik, sekaligus menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi seluruh warga negara. (AW/MJ)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure Tandai Dimulainya Festival Semarak Jembrana 2026

Ipat Melepas SSB Star Kencana ke Kerti Bali Soccer IV: “Tunjukkan Mental Juara!

Bus vs Vario di Melaya Jembrana, Pengendara Motor Luka Berat

Desa Adat Lelateng Olah Sampah Pasar Jadi Kompos

Bupati Kembang Bantu Tuntaskan Impian Rumah Layak Bapak Ali

Jembrana

Bupati Kembang Tegaskan Agen Perlinsos Wajib Sampaikan Hasil dan Buka Ruang Sanggah

Dua Hari Dikubur, Bangkai Paus Bungkuk di Pantai Perancak Muncul ke Permukaan

Jembrana

Paus Raksasa Terdampar di Pantai Perancak, Warga Bantu Evakuasi

Jembrana

APV Oleng Tabrak Pick Up Sayur di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Balita 8 Bulan jadi Korban

Berita Terbaru

Jembrana

Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure Tandai Dimulainya Festival Semarak Jembrana 2026

Ipat Melepas SSB Star Kencana ke Kerti Bali Soccer IV: “Tunjukkan Mental Juara!

Bus vs Vario di Melaya Jembrana, Pengendara Motor Luka Berat

Desa Adat Lelateng Olah Sampah Pasar Jadi Kompos

Bupati Kembang Bantu Tuntaskan Impian Rumah Layak Bapak Ali