Kasus Rabies di Jembrana Tembus 27 Positif, Vaksinasi Massal Sasar Zona Merah

Jembrana, Mediajembrana.com – Kasus rabies di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali menjadi perhatian serius. Hingga awal Mei 2026, tercatat puluhan sampel hewan dinyatakan positif rabies. Pihak dinas terkait kini tengah menggenjot vaksinasi massal, terutama di wilayah yang masuk dalam zona merah.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, dari 45 sampel yang dikirim untuk diuji, sebanyak 27 sampel dinyatakan positif rabies. Sebagai langkah cepat, petugas telah menyuntikkan vaksin kepada 6.327 Hewan Penular Rabies (HPR) hingga awal Mei ini.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan tiga strategi utama untuk menekan laju penularan.

“Kami menggenjot vaksinasi lewat tiga pola: vaksinasi darurat di lokasi temuan kasus, vaksinasi reguler untuk meningkatkan cakupan, hingga vaksinasi massal di wilayah zona merah seperti Kecamatan Mendoyo,” ujar Sugiarta, Selasa (5/5).

Sugiarta menjelaskan, sepanjang periode 13 April hingga 30 April 2026, fokus utama vaksinasi diarahkan ke wilayah zona merah, yakni Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Melaya.

Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sebanyak 6.139 ekor anjing, 186 kucing, dan 2 monyet telah mendapatkan vaksin. Saat ini, petugas masih menyisir wilayah Kecamatan Melaya sebelum bergerak ke kecamatan lainnya.

“Vaksinasi di Kecamatan Melaya masih berlangsung untuk menyasar populasi secara menyeluruh dan membentuk herd immunity (kekebalan kelompok),” tambahnya.

Secara akumulatif, total vaksin yang sudah disuntikkan hingga akhir April 2026 mencapai 6.379 dosis. Angka ini diklaim sudah mendekati target cakupan 80 persen dari total populasi HPR di Bumi Makepung.

Selain tindakan medis, Sugiarta juga mewanti-wanti masyarakat terkait perilaku pembuangan hewan peliharaan. Menurutnya, wilayah pesisir dan bantaran sungai sering menjadi tempat pembuangan hewan yang kemudian menjadi liar dan berisiko tinggi membawa virus rabies.

“Kami ingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat untuk tidak membuang hewan peliharaan di sembarang tempat. Titik terbanyak munculnya hewan liar itu biasanya di pesisir dan bantaran sungai,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan program vaksinasi ini akan terus menyasar wilayah-wilayah rawan secara berkelanjutan demi mencegah munculnya kasus baru dan menjamin keamanan masyarakat dari ancaman rabies.(MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park

Jembrana

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar

Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB

Jenazah WNA Polandia yang Tenggelam di Jembrana Dijemput Keluarga 

Adu Banteng Pick Up vs Tronton di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sopir Pick Up Tewas

Sempat Terkendala Biaya, Lima Siswa SMAN 1 Negara Akhirnya Dapat Dukungan ke Kompetisi Esai Internasional di Malaysia

Jembrana

Gara-Gara Oleng di Tikungan, Truk Box Hantam Pohon dan Masuk Parit di Jembrana

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terdampar di Pesisir Pantai Air Kuning

Berita Terbaru

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park

Jembrana

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar

Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB

Jenazah WNA Polandia yang Tenggelam di Jembrana Dijemput Keluarga