DENPASAR, MediaJembrana – Langkah sineas muda Bali kembali mencuri perhatian. Herda Martin, founder Mahatma Pictures sekaligus mahasiswa Pascasarjana ISI Bali, berhasil menembus tiga besar dalam program Pitching Visinema di ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Market. Ia terpilih dari lebih dari 200 peserta yang mengirimkan proyek film dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan tersebut membuat Herda berkesempatan mempresentasikan langsung proyek filmnya di hadapan jajaran tim Visinema Pictures, di antaranya Cristian Imanuell, produser di balik Mencuri Raden Saleh dan Home Sweet Loan. Hadir pula Tersi Eva Ranti, produser Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang, serta Dara Dwitanti, asisten produser Mencuri Raden Saleh dan 13 Bom di Jakarta.
Bagi Herda, capaian ini bukan sekadar keberhasilan pribadi. Ia melihatnya sebagai momentum bagi kreator film Bali untuk tampil lebih berani di industri nasional. Menurutnya, Bali memiliki potensi kuat sebagai pusat produksi film, baik dari segi kru kreatif maupun kekayaan lokasi syuting.
“Bali sudah memiliki banyak kru andalan dan lokasi yang sangat eksotis untuk proses syuting film. Apa yang saya lakukan bukan hanya untuk Mahatma Pictures, tetapi untuk skala yang lebih luas. Saya tidak akan pernah bisa merealisasikan ide dan gagasan saya dalam film jika bekerja seorang diri. Saya perlu berkolaborasi dengan banyak pihak dan tentu bersama kawan-kawan sineas di Bali,” ujar Herda.
Ia berharap pencapaiannya dapat membuka pintu kolaborasi baru dan memperkuat posisi sineas Bali di peta perfilman Indonesia. Herda juga menegaskan bahwa proyek yang ia bawa dalam pitching tersebut merupakan langkah awal dari upaya lebih besar untuk mendorong ekosistem film Bali agar semakin dikenal. (Angga Wijaya/MJ)