Artikel oleh : I Made Agus Krisna Arimbawa
Permintaan buah, busung, dan bunga canang meningkat setiap hari raya. Namun di balik lonjakan
permintaan itu, warga ternyata punya peluang bisnis yang jarang dibahas: menanam bunga canang 3–6
minggu sebelum hari raya.
Setiap menjelang hari raya besar seperti Galungan, Kuningan, dan Saraswati, pasar-pasar di Bali
mendadak berubah seperti festival belanja massal. Buah-buahan cepat habis, busung (daun kelapa
muda) jadi rebutan, dan bunga canang bisa naik harganya dua kali lipat. Namun, di balik hiruk-pikuk
itu, ada peluang ekonomi yang semakin dilirik warga: menanam bunga canang sendiri sebelum hari
raya.
Permintaan Buah, Busung, dan Bunga Canang Selalu Melejit
Setiap hari raya, tiga komoditas ini hampir selalu jadi bintang utama di pasar tradisional Bali.
Buah-buahan untuk banten dan gebogan, busung untuk sampian, dan bunga canang untuk kebutuhan
harian.
Pedagang pasar Badung, Kreneng, hingga Pasar Galiran menyebut permintaan bisa naik 30–100 persen.
Sebagian warga bahkan sengaja berangkat subuh karena takut kehabisan busung dan bunga.Masalah Tahunan: Stok Terbatas, Harga Melonjak
Satu hal yang selalu terjadi dari tahun ke tahun: saat permintaan naik, stok tidak selalu mengikuti.
• Cuaca buruk → bunga sulit panen
• Banjir pembeli → stok cepat habis
• Bunga cepat layu → pedagang tak berani ambil banyak
• Busung tipis → cepat habis dan dicari banyak banjar
Alhasil, harga melambung.
Khusus bunga canang, lonjakan harga menjelang Galungan itu sudah tradisi lama.
Cara Menanam Bunga Canang 3–6 Minggu Sebelum Hari Raya
Namun ada kabar baik: beberapa jenis bunga untuk canang ternyata bisa ditanam dan dipanen dalam
waktu sangat cepat, hanya 3–6 minggu.
Berikut daftar bunga cepat tumbuh yang cocok untuk canang:
Bunga cepat panen (3–6 minggu):
• Pacar air (3–4 minggu berbunga)
• Gumitir mini (4–6 minggu)
• Kenikir hias (3–5 minggu)
• Bunga telang (4–6 minggu, rajin berbunga)
• Jepun pot/kamboja mini (jika punya bibitnya)
Jenis-jenis ini bukan hanya cocok untuk canang, tapi juga sangat mudah ditanam oleh warga yang
memiliki halaman sempit.
Cara Menanam Bunga di Lahan Sempit
Bagi ibu rumah tangga atau pemuda banjar yang hanya punya teras kecil, caranya tetap mudah:
1. Gunakan polybag atau pot kecil (10–20 saja sudah cukup).
2. Media tanam: tanah + kompos + sekam.
3. Siram pagi hari secukupnya.
4. Letakkan di area matahari 4–6 jam per hari.
5. Tambahkan pupuk organik cair seminggu sekali.
Kalau dilakukan hari ini, 3 minggu lagi bunga sudah bisa dipetik setiap hari. Ini sangat membantu
menjelang hari raya besar.
Manfaat Ekonomi: Hemat, Produktif, dan Bisa Cuan
Menanam bunga untuk canang bukan hanya memenuhi kebutuhan rumah sendiri, tetapi juga membuka
peluang usaha kecil.
Manfaatnya:
• Menghemat biaya membeli bunga setiap hari.
• Bisa dijual ke tetangga, banjar, atau pengrajin canang.
• Modal murah (Rp 5.000–10.000 per pot).
• Hasil panen bisa 10–20 kali lipat saat hari raya.
• Cocok untuk usaha rumahan.
Bahkan beberapa ibu rumah tangga mengaku bisa mendapatkan penghasilan tambahan menjelang
Galungan karena menjual bunga hasil tanam sendiri.Strategi Bisnis Bunga Canang
1. Sistem Pre-Order
Promosikan ke tetangga / banjar bahwa Anda melayani bunga pacar, gumitir mini, telang, atau
campuran bunga canang.
2. Paket Bunga Harian dan Paket Upacara
Contoh harga:
• Paket harian: Rp 5.000–10.000
• Paket 3 hari: Rp 12.000–20.000
• Paket upacara: menyesuaikan kebutuhan
3. Kerja Sama dengan Pembuat Canang
Pengrajin canang membutuhkan pasokan bunga rutin. Ini peluang besar.
4. Penjualan via WhatsApp + Grup Banjar
Cukup unggah foto bunga segar setiap pagi.
Simple, gratis, dan efektif.
5. Konten Edukasi
Tips merawat bunga → bikin pembeli makin percaya.
Lonjakan permintaan buah-buahan, busung, dan bunga canang menjelang hari raya memang tak bisa
dihindari. Namun dengan menanam bunga canang 3–6 minggu sebelumnya, warga bisa menghemat
pengeluaran sekaligus membuka peluang usaha rumahan. Mulai dari paket bunga sederhana hingga
pemasok tetap untuk pembuat canang, peluangnya terbuka luas. Persiapan lebih awal bukan hanya
membantu kebutuhan upacara, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga di tengah tingginya kebutuhan saat hari raya.