Gotong Royong Polisi-TNI Pulihkan Permukiman Pasca Banjir Pekutatan

*Pasca Banjir Pulukan, Polisi-TNI Bersihkan 16 Rumah Warga Pekutatan*

JEMBRANA, Media Jembrana.com – Banjir yang meluap dari Sungai Pulukan di Kecamatan Pekutatan, Jembrana, tak hanya meninggalkan genangan, tetapi juga lumpur dan material yang memenuhi rumah warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Jembrana bersama unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat turun langsung melakukan pembersihan rumah-rumah terdampak di Banjar/Dusun Pasar, Desa Pekutatan, Jumat (16/1/2026).

Bencana banjir terjadi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Debit air Sungai Pulukan meningkat dan meluap hingga menggenangi halaman serta rumah warga dengan ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter.

Sedikitnya 16 rumah warga dilaporkan terdampak genangan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil masih dalam pendataan. Salah satu dampak terparah dialami seorang warga yang dapurnya dilaporkan terseret arus sungai.

Sejak malam kejadian, personel Polsek Pekutatan langsung melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi terdampak. Pengamanan dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Nyoman Bagia bersama UKL III gabungan piket fungsi serta Bhabinkamtibmas Desa Pekutatan, bersinergi dengan warga setempat. Untuk sementara, warga yang rumahnya terendam mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman.

Sebagai langkah lanjutan, kegiatan gotong royong digelar pada Jumat pagi. Aksi kemanusiaan ini dipimpin Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Suastika, S.H., didampingi Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suarmadi, S.H., M.H. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Lapangan Umum Pekutatan, kemudian dilanjutkan pembagian tugas pembersihan lumpur dan sisa material banjir di rumah serta lingkungan warga.

“Kegiatan gotong royong ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga mengalami musibah. Polri hadir tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga membantu langsung pemulihan pasca bencana agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Kompol I Wayan Suastika.

Gotong royong melibatkan personel Polres Jembrana, Polsek Pekutatan, Koramil 1617-04 Pekutatan, BPBD Kabupaten Jembrana, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat. Sinergi lintas sektor terlihat solid, dengan aparat dan warga bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dari rumah-rumah yang terdampak.

Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suarmadi, S.H., M.H. mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama saat curah hujan tinggi. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau terjadi situasi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan call center Polri 110 bebas pulsa yang siaga 24 jam,” tegasnya. (AW/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja

Jembrana

Jembrana Membanggakan: Generasi muda Jembrana Sabet Emas Silat dan hingga Juara Esai Ilmiah

Negara

Ditemukan Tak Bernyawa di Areal DAM Baluk, Keluarga Tolak Autopsi

Jembrana

Pemkab Jembrana Adakan Pasar Murah, Gempur Inflasi & Jaga Stabilitas Harga di Bulan Ramadhan.

Wow! Duase ayu valentine naikan penjualan kondom dan jadi trend

Berita Terbaru

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja