Pekutatan Diterjang Banjir, Pemkab Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

JEMBRANA, MediaJembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Banjar Pasar (Lapangan Bawah), Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jumat (16/1/2026).
Fokus utama penanganan diarahkan pada pemulihan lingkungan permukiman warga serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan optimal. Keduanya tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga ikut bergotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di rumah-rumah warga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kembang menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab dan rasa kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini. Fokus utama kita hari ini adalah pembersihan lingkungan agar sirkulasi air kembali normal dan rumah warga layak ditempati kembali. Saya sudah perintahkan jajaran BPBD dan Dinas Sosial untuk stand by, jangan sampai ada warga yang kelaparan karena perlengkapan masaknya rusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak berhenti pada bantuan darurat. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Selain bantuan darurat, saya instruksikan dinas terkait untuk segera mengkaji sistem drainase di sini. Kita harus cari solusi permanen agar saat intensitas hujan tinggi, wilayah Lapangan Bawah ini tidak lagi menjadi langganan banjir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan penyaluran bantuan logistik dilakukan berdasarkan skala prioritas sesuai standar operasional prosedur kebencanaan.

“Untuk tahap awal, kami salurkan 46 paket sembako. Kami menyadari banyak warga yang berasnya terendam atau peralatan dapurnya belum bisa digunakan, sehingga bantuan logistik dasar ini menjadi sangat krusial,” jelas Agus Artana.

BPBD juga mencatat adanya kerusakan fisik berupa dua unit dapur, satu kamar mandi, dan satu tembok penyengker.

“Data kerusakan ini akan segera kami proses. Kami akan koordinasikan usulan perbaikannya, baik ke tingkat Provinsi, Kabupaten, maupun melalui sinergi dengan PMI. Kita akan lihat klasifikasi kerusakannya untuk menentukan skema bantuan yang paling tepat,” tutupnya.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan unsur TNI/Polri, relawan, serta perangkat desa setempat guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Pekutatan. (AW/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang

Jembrana

Jelang Idul Adha dan Long Weekend, Truk-Bus Mengular hingga Kantor Lurah Gilimanuk

Jembrana

Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Negeri Pembina Melaya, Wabup Ipat Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Jembrana

Polisi dan Pemerintah Desa Pastikan Informasi “Pocong Jadi-jadian” di Air Kuning Hoaks, Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Isu Medsos

Berita Terbaru

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang