Lubang Baru di Selemadeg Picu Kekhawatiran Stabilitas Jalur Nasional

TABANAN, MediaJembrana.com – Jalur Nasional Denpasar–Gilimanuk kembali mendapat sorotan setelah sebuah lubang sedalam sekitar dua meter muncul di kawasan Selemadeg, Tabanan, Selasa (2/12/2025).

Temuan ini langsung memunculkan pertanyaan publik mengenai ketahanan perbaikan jalan nasional yang beberapa bulan lalu ambles besar di Bajera.

Lubang tersebut berada di dekat Jembatan Tukad Payan, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.Sejumlah pengendara yang melintas pada pagi hari mendapati permukaan jalan jebol dengan diameter sekitar satu meter. Petugas kepolisian kemudian melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup sambil menunggu penanganan dari pihak Balai Jalan Nasional.

Seorang warga setempat mengaku telah mencurigai adanya tanda-tanda kerusakan sejak beberapa minggu terakhir. Jalan pada titik itu disebut mulai cekung dan bergelombang ketika dilintasi. “Sudah hampir sebulan kelihatannya turun sedikit. Ternyata sekarang jebol,” ujarnya.

Kejadian ini kembali mengingatkan publik pada insiden serupa di Bajera, Kecamatan Selemadeg, pada Juli lalu. Saat itu, ruas jalan utama di depan Pasar Bajera amblas hingga kedalaman sekitar enam sampai delapan meter akibat saluran irigasi di bawah badan jalan yang runtuh. Peristiwa tersebut sempat menutup total arus Denpasar–Gilimanuk selama beberapa hari dan memicu antrean kendaraan sangat panjang.

Perbaikan di Bajera ketika itu melibatkan penggantian saluran irigasi dengan box culvert berukuran lebih besar, penguatan struktur tanah, hingga pengaspalan ulang lapisan jalan. Pemerintah menyatakan perbaikan tuntas pada pertengahan Juli dan jalur kembali fungsional pada 19 Juli.

Namun, kemunculan lubang baru di titik yang tidak terlalu jauh dari lokasi ambles sebelumnya menimbulkan kekhawatiran bahwa persoalan mendasar di jalur vital ini belum benar-benar terselesaikan. Kondisi tanah dan drainase di wilayah Selemadeg–Bajera memang dikenal rentan, terutama pada musim hujan. Struktur perbukitan dengan banyaknya aliran irigasi serta tanah gembur membuat badan jalan mudah tergerus jika drainase tidak bekerja optimal.

Bagi pengendara, terutama angkutan barang dan truk besar yang melintasi jalur Bali–Jawa, kejadian ini kembali menambah beban perjalanan. Pada kasus ambles Bajera, berbagai kalangan industri sempat mengeluhkan meningkatnya biaya logistik dan risiko keterlambatan pengiriman. Kini, dengan munculnya lubang baru, kekhawatiran atas stabilitas rute utama tersebut kembali mengemuka di kalangan pengusaha jasa angkutan.

Sementara itu, petugas telah memasang tanda peringatan serta pembatas jalan untuk menghindari kecelakaan. Arus lalu lintas terpantau berjalan lambat pada siang dan sore hari. Pihak berwenang menyebut perbaikan segera dilakukan, meski langkah teknis dan jadwal perbaikan permanen belum diinformasikan.

Masyarakat berharap penanganan kali ini tidak hanya bersifat tambal-sulam, melainkan menyasar penyebab utama yang membuat titik-titik di Selemadeg berulang kali mengalami kerusakan. Sorotan juga kembali mengarah pada pentingnya pembangunan jalur alternatif besar seperti Tol Mengwi–Gilimanuk yang digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang terhadap kerentanan jalur nasional eksisting.

Dengan rentetan kerusakan yang terjadi sejak pertengahan tahun, publik kini menunggu respons dan langkah cepat pemerintah. Jalan Denpasar–Gilimanuk bukan sekadar jalur antarkabupaten, melainkan nadi distribusi logistik, pariwisata, dan mobilitas utama antara Bali dan Jawa. Keamanan serta keandalannya menjadi kebutuhan mendesak demi kelancaran aktivitas masyarakat. (Angga Wijaya/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja

Jembrana

Jembrana Membanggakan: Generasi muda Jembrana Sabet Emas Silat dan hingga Juara Esai Ilmiah

Negara

Ditemukan Tak Bernyawa di Areal DAM Baluk, Keluarga Tolak Autopsi

Jembrana

Pemkab Jembrana Adakan Pasar Murah, Gempur Inflasi & Jaga Stabilitas Harga di Bulan Ramadhan.

Wow! Duase ayu valentine naikan penjualan kondom dan jadi trend

Berita Terbaru

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja