Jembrana, Mediajembrana.com – Seorang sopir truk bernama Sudiman Nurdiman (41) tewas tragis setelah terkena ledakan ban truk yang ia kemudikan di Parkiran Rest Area Pekutatan, Jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Pria asal Lombok Barat, NTB, tersebut mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka berat usai terpental dan terbentur sasis mobil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (20/9) sekitar pukul 19.10 WITA. Saat itu, korban bersama rekannya, Samsul Hadi (30), sedang menempuh perjalanan dari arah barat (Gilimanuk) menuju Denpasar mengangkut muatan snack dengan truk Hino Lohan bernomor polisi L 8915 UB.
Kejadian bermula ketika truk melintas di jembatan Pulukan. Korban dan rekannya mendengar suara janggal dari arah roda depan sebelah kanan.
“Saat melintas di jembatan Pulukan, terdengar bunyi aneh berulang kali dari roda depan kanan. Korban kemudian memutuskan menghentikan kendaraan di Rest Area Pekutatan untuk mengecek sumber suara,” ujar ungkap Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, Senin (21/9).
Setibanya di rest area, rekan korban sempat turun lebih dulu dan mengecek ke bawah kabin di dekat ban depan atau sasis. Namun, ia tidak menemukan kelainan pada roda tersebut dan kembali berdiri.
Tak lama berselang, korban ikut merangkak ke bawah kabin untuk mengecek kondisi roda dengan posisi yang sama. Sesaat kemudian, ban depan truk tiba-tiba meledak dahsyat.
Hantaman ledakan ban yang sangat kuat membuat korban tak sadarkan diri di tempat. Korban mengalami luka parah hingga mengeluarkan darah di lokasi kejadian.
Melihat kondisi korban, rekan korban langsung meminta bantuan tukang pangkas/press ban di sekitar lokasi untuk memanggil ambulans dan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Pekutatan guna penanganan lebih lanjut. “Akibat kejadian itu, korban dinyatakan meninggal oleh dokter,” papar Nikijuluw. (MJ)