Puncak Arus Natal Diprediksi Padati Gilimanuk

JEMBRANA, MediaJembrana.com – Arus penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan mencapai puncaknya pada libur Natal 2025. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memprediksi lonjakan penumpang dan kendaraan akan terjadi pada 21–22 Desember 2025, sedangkan puncak arus libur Tahun Baru 2026 diperkirakan berlangsung pada 28–29 Desember 2025.

Prediksi tersebut disampaikan General Manajer ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, Ardhy Ekapaty, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi salah satu jalur penyeberangan tersibuk nasional karena menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, sekaligus berdampak langsung terhadap aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

“Puncak arus pergerakan penumpang dan kendaraan libur Natal diprediksi terjadi pada 21 hingga 22 Desember 2025, sedangkan puncak arus Tahun Baru diperkirakan pada 28 hingga 29 Desember 2025,” kata Ardhy Ekapaty.

Menghadapi lonjakan tersebut, ASDP menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Ardhy menjelaskan, pengaturan operasional kapal akan dilakukan berdasarkan tingkat kepadatan di pelabuhan, mulai dari kondisi normal, padat, hingga sangat padat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jasa.

“Kami menyiapkan skenario operasional sesuai tingkat kepadatan dan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan penyeberangan berjalan aman, tertib, dan lancar selama periode Nataru,” ujarnya.

Bagi wilayah Jembrana, meningkatnya arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk berpotensi berdampak pada kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju dan keluar dari pelabuhan. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari sektor jasa hingga pariwisata, yang biasanya ikut bergerak saat musim libur akhir tahun.

ASDP pun mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan sistem reservasi tiket daring Ferizy. Pemesanan tiket lebih awal dinilai penting untuk menghindari antrean panjang dan penumpukan kendaraan di area pelabuhan, terutama saat puncak arus penyeberangan.

Selain itu, Ardhy mengingatkan pengguna jasa untuk memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan laut. Perairan Selat Bali berpotensi mengalami perubahan cuaca yang dapat memengaruhi jadwal operasional kapal.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mematuhi aturan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya.

Dengan adanya dua periode puncak arus tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan secara bijak. ASDP memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan melakukan penyesuaian operasional demi memberikan pelayanan optimal selama libur Natal dan Tahun Baru di lintasan Ketapang-Gilimanuk. (AW/MJ).

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja

Jembrana

Jembrana Membanggakan: Generasi muda Jembrana Sabet Emas Silat dan hingga Juara Esai Ilmiah

Negara

Ditemukan Tak Bernyawa di Areal DAM Baluk, Keluarga Tolak Autopsi

Jembrana

Pemkab Jembrana Adakan Pasar Murah, Gempur Inflasi & Jaga Stabilitas Harga di Bulan Ramadhan.

Wow! Duase ayu valentine naikan penjualan kondom dan jadi trend

Berita Terbaru

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja