Ruang Bermain Ramah Anak, Oase Gratis Tumbuh Kembang Anak di Kota Negara

NEGARA, MediaJembrana.com – Ruang Bermain Ramah Anak bahagia yang berada di belakang Gedung Kesenian Bung Karno, Kota Negara, terus menunjukkan peran pentingnya sebagai ruang publik yang aman, edukatif, dan gratis bagi anak-anak.
Memasuki tahun 2025, taman ramah anak ini masih menjadi salah satu pilihan utama keluarga di Jembrana untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.

Sejak direvitalisasi dan diresmikan pada 2023 lalu, kawasan ini telah bertransformasi menjadi ruang bermain yang lebih tertata, bersih, dan ramah bagi anak. Berbagai fasilitas permainan anak tersedia dan dirancang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang, mulai dari aspek motorik, sosial, hingga emosional.

Keberadaan pagar pembatas di area bermain menjadikan taman ini lebih aman dan steril, sehingga anak-anak dapat bermain dengan nyaman tanpa bercampur dengan aktivitas orang dewasa. Rumput sintetis yang digunakan juga memberi kenyamanan sekaligus meminimalkan risiko cedera saat anak beraktivitas.

Selain wahana permainan, taman ini dilengkapi dengan papan informasi, papan imbauan penggunaan fasilitas, lampu penerangan, serta elemen tanaman yang berfungsi sebagai media edukasi. Konsep tersebut menjadikan Ruang Bermain Ramah Anak Bahagia tidak sekadar tempat bermain, tetapi juga ruang belajar di luar kelas yang inklusif.

Bagi masyarakat Kota Negara, taman ini menjadi solusi rekreasi keluarga yang mudah diakses dan tidak berbayar. Setiap sore hingga akhir pekan, kawasan ini ramai dikunjungi orang tua yang mengajak anak-anak mereka bermain, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Tempat seperti ini sangat dibutuhkan anak-anak. Mereka bisa bermain dengan aman, bersosialisasi, dan belajar berbagi dengan teman-temannya,” ujar Ni Putu Susanti, salah satu warga Negara yang rutin mengajak anaknya bermain di taman tersebut, Selasa (30/12/2025).

Pemerintah Kabupaten Jembrana memandang keberadaan ruang bermain ramah anak sebagai bagian penting dari pemenuhan hak anak, khususnya hak bermain dan hak mendapatkan lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan mereka. Taman ini juga menjadi contoh standar pembangunan ruang bermain anak yang layak dan berkelanjutan di wilayah lain.

Hingga 2025, Ruang Bermain Ramah Anak Bahagia tetap dirawat dan dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat. Pemerintah daerah pun terus mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga fasilitas bersama agar manfaat taman ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan fungsi sosial, edukatif, dan rekreatif yang menyatu, taman ramah anak ini tidak hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga simbol komitmen Jembrana dalam menciptakan kota yang ramah anak dan keluarga. (AW/WJ)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang

Jembrana

Jelang Idul Adha dan Long Weekend, Truk-Bus Mengular hingga Kantor Lurah Gilimanuk

Jembrana

Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Negeri Pembina Melaya, Wabup Ipat Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Jembrana

Polisi dan Pemerintah Desa Pastikan Informasi “Pocong Jadi-jadian” di Air Kuning Hoaks, Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Isu Medsos

Berita Terbaru

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang