Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang

Jembrana, mediajembrana.com – Proses pemulangan jenazah I Kadek Mas Heriadi, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali, yang meninggal dunia di Jepang, hingga kini masih terkendala. Faktor biaya yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi persoalan utama.

Almarhum diketahui berasal dari Banjar Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Demi mempercepat proses kepulangan jenazah ke kampung halaman, rekan-rekan sesama perantau di Jepang kini bergerak melakukan penggalangan donasi secara sukarela.

Salah satu penasihat Asosiasi Orang Bali Ibaraki (Asobi) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, tingginya biaya pemulangan ini terjadi lantaran Kadek Mas berangkat bekerja ke Jepang secara unprosedural. Dampaknya, seluruh biaya pengurusan harus ditanggung secara mandiri.

“Seluruh biaya ditanggung sendiri dan jumlahnya ratusan juta, jadi kami bahu-membahu sesama pekerja di Jepang untuk membantu biaya pemulangan,” ujar pria yang sudah belasan tahun menetap di Jepang tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

“Dana terkumpul masih kurang. Kita ada target selama satu minggu untuk mengumpulkan dana karena penitipan jenazah per harinya itu membayar sekitar Rp 1,5 juta,” paparnya seraya menyampaikan apresiasi mendalam kepada rekan-rekan sesama pejuang nafkah di Negeri Sakura yang telah menyisihkan rezeki.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Naker Perin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan bahwa data Kadek Mas tidak tercatat secara resmi di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Berdasarkan informasi awal, almarhum berangkat ke Jepang sekitar tahun 2012.

“Di data BP3MI tidak tercatat nama yang bersangkutan. Tapi saya juga kurang paham untuk peraturan magang/PMI pada tahun itu,” kata Mirah.

Mengenai kendala biaya pemulangan, Mirah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana saat ini tengah fokus memberikan dukungan kepada pihak keluarga. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi intensif dengan KBRI, BP3MI, serta paguyuban warga Jembrana yang ada di Ibaraki, Jepang.

Pemkab Jembrana juga sedang menelusuri potensi skema asuransi yang mungkin bisa diakses untuk meringankan beban biaya pemulangan.

“Ini (biaya) juga masih kami koordinasikan nggih, karena biasanya PMI atau magang ada beberapa skema asuransi. Bisa dari agen penempatan, kampus, maupun dari BPJSTK PMI,” pungkas Mirah. (MJ)

Keterangan Foto : Ilustrasi

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Pencarian Nelayan Hilang Dihantam Kayu di Jembrana Nihil, Tim SAR Bakal Perluas Area

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park

Jembrana

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar

Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB

Jenazah WNA Polandia yang Tenggelam di Jembrana Dijemput Keluarga 

Adu Banteng Pick Up vs Tronton di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sopir Pick Up Tewas

Sempat Terkendala Biaya, Lima Siswa SMAN 1 Negara Akhirnya Dapat Dukungan ke Kompetisi Esai Internasional di Malaysia

Jembrana

Gara-Gara Oleng di Tikungan, Truk Box Hantam Pohon dan Masuk Parit di Jembrana

Berita Terbaru

Pencarian Nelayan Hilang Dihantam Kayu di Jembrana Nihil, Tim SAR Bakal Perluas Area

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park

Jembrana

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar

Kemarau Panjang, Petugas Pasok Air untuk Satwa dan Siaga Karhutla di TNBB