Wabah LSD Tekan Usaha Ternak Sapi di Jembrana

 NEGARA, MediaJembrana.com – Wabah Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang ternak sapi di Kabupaten Jembrana kini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama di kalangan peternak rakyat. Penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi tersebut tidak hanya mengancam kesehatan hewan, tetapi juga mulai berdampak pada penghasilan masyarakat pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Jembrana menetapkan wilayah terdampak sebagai zona kasus LSD setelah hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi adanya sapi positif terinfeksi. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat 28 ekor sapi positif LSD yang tersebar di enam desa. Untuk menekan penyebaran, pemerintah memberlakukan lockdown lalu lintas ternak dan membagi wilayah menjadi zona tertular, zona kontrol, dan zona surveilans.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah.

“Dari dua sampel sapi yang diperiksa, hasilnya positif LSD. Kami terus memantau kondisi ternak lainnya milik peternak agar tidak terjadi penyebaran lebih luas,” ujar Sugiarta saat ditemui di Negara, Rabu (14/1/2026).

Menurut Sugiarta, pemetaan wilayah ke dalam tiga zona dilakukan untuk mempermudah pengawasan dan pengendalian penyakit. “Pembagian zona ini penting agar penanganan bisa lebih terarah, terutama di wilayah yang sudah ditemukan kasus,” katanya.

Selain pembatasan pergerakan ternak, pemerintah daerah juga melakukan pemotongan bersyarat terhadap sapi yang terkonfirmasi terjangkit di Rumah Potong Hewan. Langkah ini dianggap perlu meski berat bagi peternak.

“Pemotongan bersyarat dilakukan terhadap ternak yang sudah tertular guna mencegah penularan ke sapi lain,” jelas Sugiarta.

Di sisi lain, pemerintah telah mengajukan permohonan vaksinasi darurat kepada pemerintah pusat sebagai upaya perlindungan terhadap sapi yang masih sehat, khususnya di sekitar wilayah terdampak.

Pengawasan lalu lintas ternak juga diperketat. Setiap sapi yang akan dipindahkan wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan dipasangi ear tag sebagai identitas. Petugas turut melakukan penyemprotan kandang dan pengendalian serangga vektor seperti lalat dan nyamuk yang berperan dalam penularan virus.

Di tengah situasi ini, para peternak berharap adanya dukungan nyata, baik berupa pendampingan teknis maupun perhatian terhadap dampak ekonomi yang mereka alami. Banyak peternak menggantungkan kebutuhan keluarga dari satu atau dua ekor sapi, sehingga wabah LSD menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup mereka. (AW/MJ)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang

Jembrana

Jelang Idul Adha dan Long Weekend, Truk-Bus Mengular hingga Kantor Lurah Gilimanuk

Jembrana

Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Negeri Pembina Melaya, Wabup Ipat Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Jembrana

Polisi dan Pemerintah Desa Pastikan Informasi “Pocong Jadi-jadian” di Air Kuning Hoaks, Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Isu Medsos

Berita Terbaru

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang