NEGARA, Mediajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, resmi menandatangani dokumen utang Rumah Sakit Umum (RSU) Negara yang kini mencapai akumulasi lebih dari Rp33 miliar.
Langkah tersebut disebut sebagai upaya menuntaskan persoalan finansial lama agar pelayanan publik di rumah sakit milik pemerintah daerah itu tetap berjalan optimal.
Berdasarkan laporan keuangan, total beban utang tersebut merupakan akumulasi dari periode pemerintahan sebelumnya. Hingga akhir tahun 2024, RSU Negara tercatat meninggalkan beban utang sebesar Rp32 miliar lebih. Kondisi itu semakin berat setelah dalam satu tahun terakhir rumah sakit tersebut mencatat kerugian operasional sekitar Rp900 juta.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius Bupati Kembang Hartawan. Ia menegaskan, penyelesaian utang bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan bentuk tanggung jawab kepemimpinan agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.
“Ini adalah tantangan sekaligus ujian bagi Direktur. Saya minta pastikan rumah sakit tidak merugi lagi. Lakukan efisiensi kencang, maksimalkan pendapatan, dan optimalkan pelayanan. Sebagai pemimpin, ini adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan,” tegasnya, pada Jumat (13/2/2026).
Bupati Kembang juga memberikan perhatian khusus kepada jajaran direksi RSU Negara, terutama kepada direktur yang baru dilantik. Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit guna mencegah kebocoran anggaran di masa mendatang.
Selain itu, ia mendorong efisiensi dan optimalisasi pendapatan serta penerapan empati fiskal dalam pengelolaan keuangan.
Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi fasilitas atau kualitas pelayanan bagi masyarakat. Manajemen rumah sakit justru dituntut lebih kreatif dalam mengelola sumber daya agar tetap mampu memberikan layanan prima di tengah tekanan finansial.
Sementara itu, Direktur RSU Negara, dr. I Gusti Agung Putu Arishanta, yang baru dilantik sebulan lalu, menyatakan komitmennya menjalankan arahan tersebut. Ia memastikan langkah efisiensi akan dilakukan secara selektif tanpa mengorbankan kualitas penanganan pasien.
“Kami akan laksanakan efisiensi anggaran, seperti memangkas biaya operasional yang tidak mendesak tanpa mengurangi kualitas penanganan pasien dan meningkatkan standar layanan untuk menarik kembali kepercayaan masyarakat, yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Upaya pembenahan manajemen dan keuangan ini diharapkan menjadi titik balik bagi RSU Negara untuk keluar dari tekanan utang sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Jembrana pun memastikan komitmen menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan sebagai prioritas utama. (AW/MJ)