NEGARA, Mediajembrana.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kabupaten Jembrana kini tak lagi melulu identik dengan ruang rapat, meja panjang, dan suasana formal. Pemerintah Kabupaten Jembrana mencoba pendekatan berbeda dengan menggelar Musrenbang Tematik Kepemudaan yang dikemas santai dan dekat dengan keseharian anak muda.
Berlokasi di salah satu ruang UMKM Jembrana, Sabtu malam (7/2/2026), Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna duduk sejajar dengan para pemuda. Tanpa podium dan sekat birokrasi, diskusi mengalir terbuka dalam suasana akrab. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komunitas Lokal Prespektif Jembrana.
Bupati Kembang menegaskan, musrenbang dengan pendekatan kekinian menjadi ruang penting untuk menangkap kebutuhan riil generasi muda yang kerap tak terakomodasi dalam forum formal.
“Musrenbang tidak harus selalu diforum formal. Justru lewat obrolan santai seperti ini, kita bisa menangkap aspirasi yang jujur dari anak-anak muda. Ini tetap musrenbang, tapi dengan cara yang lebih kekenian,” kata Bupati Kembang.
Dalam diskusi tersebut, beragam isu strategis mengemuka. Mulai dari kesehatan mental (mental health), pendidikan, khususnya akses beasiswa, hingga lapangan kerja, ruang kreatif (creative hub), pengembangan ekonomi kreatif, UMKM dan kewirausahaan.
Tak ketinggalan, pemanfaatan teknologi digital serta penanganan masalah narkoba di Jembrana turut menjadi perhatian. Seluruh masukan tersebut dicatat sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah.
Bupati Kembang menekankan, generasi muda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang harus dilibatkan sejak tahap perencanaan.
“Saya berharap, musrenbang dengan konsep santai ini mampu mendorong anak muda lebih berani menyampaikan gagasan dan terlibat aktif dalam pembangunan Jembrana ke depan,” katanya.
Para peserta pun menyambut positif konsep tersebut. Mereka menilai suasana tanpa sekat birokrasi membuat aspirasi lebih mudah disampaikan dan benar-benar didengar.
Sejumlah usulan konkret disampaikan, khususnya di bidang pendidikan. Banyak anak muda Jembrana mengusulkan pemberian beasiswa S2 dan S3. Selain itu, penguatan pelatihan kewirausahaan dan UMKM juga menjadi perhatian, termasuk keberlanjutan program subsidi kredit bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang manfaatnya telah dirasakan pemuda-pemudi di Jembrana.
Isu kesehatan mental juga mendapat sorotan serius. Para pemuda menilai diperlukan pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait untuk merespons persoalan mental health yang kian banyak dialami generasi muda.
Melalui musrenbang kekinian ini, Pemkab Jembrana menegaskan komitmennya menghadirkan perencanaan pembangunan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan anak muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Jembrana Ny. Drg. Ani Setiawarini, Sekda Made Budiasa, Kelompok Ahli Bupati, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana. (AW/WJ)