Jembrana, Mediajembrana.com – Kepadatan arus keluar Bali mulai terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada H-1 Hari Raya Idul Adha 1447 H sekaligus long weekend Hari Lahir Pancasila. Antrean kendaraan yang didominasi truk logistik dan bus pariwisata dilaporkan mengular hingga ke depan Kantor Lurah Gilimanuk pada Selasa (26/5) sore.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikuauma, menjelaskan bahwa pihak kelurahan sengaja memperketat akses jalan. Kendaraan besar seperti truk dan bus dilarang keras masuk ke gang-gang pemukiman warga untuk mencari jalur alternatif. Akibatnya, seluruh kendaraan menumpuk di jalur utama.
“Dominasi truk sedang, besar serta bus pariwisata. Saat ini bus tidak kami perbolehkan mencari jalur alternatif sehingga semua di jalur utama,” ungkap Tony saat dikonfirmasi, Selasa (26/5).
Tony menambahkan, hingga pukul 18.30 WITA, ekor antrean kendaraan masih tertahan tepat di depan Kantor Lurah Gilimanuk.
Merespons kepadatan tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
“Jika terjadi kepadatan, truk-truk besar agar tidak mengganggu kendaraan penumpang yang masuk ke terminal manuver, kita arahkan di jalur utama langsung menuju dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk,” papar Citra.
Citra menyebutkan situasi di lapangan akan terus dipantau secara dinamis. Jika jalur utama sudah tidak mampu menampung volume kendaraan, maka kendaraan besar akan dialihkan ke dalam area kargo. Pihaknya juga bersinergi dengan instansi terkait untuk memperlancar arus.
“Kita lihat situasi, apabila tidak memungkinkan di jalur utama kita masukkan ke dalam kargo. Personel harus siap juga untuk mengatur, perlu backup juga dari instansi lain termasuk Dishub dan ASDP,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Citra menjelaskan bahwa penebalan personel di kawasan pelabuhan akan dilakukan secara situasional. Pasalnya, kepolisian juga harus membagi fokus pengamanan untuk kegiatan ibadah menyambut Idul Adha di wilayah Jembrana.
“Penebalan personel kita lakukan situasional, karena juga persiapan pam (pengamanan) di masjid termasuk tempat pemotongan hewan kurban. Objek vital selalu di-backup, kalau ada kepadatan kita backup ke sana,” kata Citra. (MJ)