Jembrana, Mediajembrana.com – Sebuah rumah tinggal semi permanen milik Made Gunawan (52) di Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, ludes terbakar pada Jumat (25/9) dini hari. Kebakaran dipicu akibat pemilik rumah tertidur saat sedang menggoreng donat.
Peristiwa musibah tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WITA. Korban yang berprofesi sebagai pedagang ini mulanya sedang memasak untuk persediaan barang dagangannya.
“Sekitar pukul 01.30 WITA, pemilik rumah sedang menggoreng donat. Namun saat proses menggoreng, korban tidak sengaja tertidur di kursi sebelah kompor gas dalam keadaan api masih menyala,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana dalam keterangannya, Jumat (25/9).
Ketika terbangun, korban terkejut melihat kobaran api dari kompor gas sudah membesar dan menyambar bangunan rumah. Sontak korban panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Salah seorang warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana.
Mendapat laporan warga, Regu I Damkar Satpol PP Jembrana yang sedang siaga langsung meluncur ke lokasi. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit bagi armada untuk sampai di tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami mengerahkan 3 unit armada damkar ke lokasi, yakni Armada Altora, Tangki Merah, dan Armada Hino Penembak dengan menghabiskan sekitar 3.000 liter air,” jelasnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih 45 menit hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.
Bangunan rumah semi permanen seluas 6×4 meter persegi yang terdiri dari tiga kamar tidur tersebut hangus terbakar. Sejumlah barang berharga milik korban tak sempat diselamatkan, di antaranya dua unit TV LED, tiga buah kasur, dua lemari pakaian, dua kipas angin, serta uang tunai senilai sekitar Rp 900.000.
“Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” tandas Eko (MJ)