Kisah Tapel Celuluk yang Kini Melinggih di Puri Ubud

Gianyar, MediaJembrana.com – Sebuah tapel celuluk yang sempat berada di luar negeri kini kembali ke Bali dan disungsung sebagai sesuhunan oleh Puri Saren Kauh, Ubud.

Tapel tersebut dikenal dengan nama Ida Ratu Gede Manik atau Ida Ratu Amerika, dan dipercaya berperan sebagai pelindung wilayah Ubud secara niskala.

Seperti dilansir dari Bali Express (Jawa Pos Group), Sabtu (20/12/2025), kisah tapel ini berawal dari keputusan seorang pria asal Kanada, Mr Carrel, yang memilih “memulangkan” tapel celuluk yang diterimanya sebagai hadiah pernikahan dari seorang pemangku di Sanur.

Keputusan itu diambil setelah tapel tersebut menunjukkan tanda-tanda yang dianggap tak biasa sejak berada di luar Bali.

Cerita mengenai kembalinya tapel ini dituturkan oleh Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Setelah menyatakan kesediaan menerima tapel tersebut, Mr Carrel menyerahkannya melalui kantor Cok Ace. Karena belum sempat bertemu langsung, tapel yang masih terbungkus kardus disimpan sementara oleh salah seorang pegawai.

Peristiwa ganjil kemudian dialami keluarga pegawai tersebut. Anak-anaknya dilaporkan ketakutan pada malam hari karena melihat sosok besar, botak, dan berwajah seram, menyerupai wujud celuluk. Kejadian itu berlangsung selama dua malam. Ketika kardus dibuka, keluarga tersebut terkejut karena wajah tapel di dalamnya persis seperti sosok yang mereka lihat.

Tapel kemudian dibawa ke Puri Ubud. Namun, cerita keanehan belum berakhir. Sejumlah keluarga puri mengaku melihat sosok celuluk seolah berkeliling di area puri, bahkan hingga ke luar areal. Awalnya kisah itu disikapi dengan setengah percaya, namun kesaksian serupa datang dari banyak pihak.

Pihak puri lalu menyerahkan tapel tersebut kepada almarhum Tjokorda Agung Suyasa, yang dikenal memahami dunia tapel celuluk. Meski telah digantung di Bale Patokan Puri Saren Kauh, tapel itu tetap disebut kerap “keluar”.

Melalui proses nunas baos atau memohon petunjuk, diketahui tapel tersebut terbuat dari kayu pule tenget dengan warna setengah hitam dan setengah putih, bahan yang tergolong langka. Dalam petunjuk itu pula disebutkan bahwa yang melinggih di dalam tapel adalah Ida Ratu Gede Manik, yang menghendaki untuk dirawat dan disungsung di Ubud.

Sejak saat itu, tapel celuluk tersebut resmi disungsung sebagai sesuhunan dan dipercaya menjaga wilayah Ubud secara niskala. Kisah ini menjadi pengingat kuat tentang kearifan lokal Bali, di mana benda sakral tidak hanya dipandang sebagai artefak budaya, tetapi juga memiliki tempat dan tanggung jawab spiritual dalam keseimbangan sekala dan niskala. (Angga Wijaya/Mj)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure Tandai Dimulainya Festival Semarak Jembrana 2026

Ipat Melepas SSB Star Kencana ke Kerti Bali Soccer IV: “Tunjukkan Mental Juara!

Bus vs Vario di Melaya Jembrana, Pengendara Motor Luka Berat

Desa Adat Lelateng Olah Sampah Pasar Jadi Kompos

Bupati Kembang Bantu Tuntaskan Impian Rumah Layak Bapak Ali

Jembrana

Bupati Kembang Tegaskan Agen Perlinsos Wajib Sampaikan Hasil dan Buka Ruang Sanggah

Dua Hari Dikubur, Bangkai Paus Bungkuk di Pantai Perancak Muncul ke Permukaan

Jembrana

Paus Raksasa Terdampar di Pantai Perancak, Warga Bantu Evakuasi

Jembrana

APV Oleng Tabrak Pick Up Sayur di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Balita 8 Bulan jadi Korban

Berita Terbaru

Jembrana

Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure Tandai Dimulainya Festival Semarak Jembrana 2026

Ipat Melepas SSB Star Kencana ke Kerti Bali Soccer IV: “Tunjukkan Mental Juara!

Bus vs Vario di Melaya Jembrana, Pengendara Motor Luka Berat

Desa Adat Lelateng Olah Sampah Pasar Jadi Kompos

Bupati Kembang Bantu Tuntaskan Impian Rumah Layak Bapak Ali