Jembrana, Mediajembrana.com – Area bermain anak di belakang Gedung Kesenian Ir. Soekarno atau yang dikenal dengan Twin Tower, Jembrana, berubah menjadi ancaman membahayakan. Seorang bocah berusia 5 tahun diduta tersengat aliran listrik saat tengah bermain di lokasi tersebut pada Rabu (23/9) sekitar pukul 22.00 WITA.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar ringan di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kaki, telinga, hingga area sekitar alat kelamin.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, peristiwa bermula ketika korban sedang asyik bermain bersama rekannya. Korban kemudian melihat temannya hendak pulang terlebih dahulu dan berjalan menuju pagar di sisi paling barat area bermain. Saat memegang tiang besi fasilitas penerangan di lokasi, korban mendadak jatuh dan mengerang kesakitan.
Saat diperiksa oleh warga sekitar, diketahui tiang besi lampu penerangan tersebut mengalirkan arus listrik akibat korsleting.
Pasca kejadian, area bermain anak tersebut langsung diisolasi dan diamankan oleh aparat kepolisian beserta pemerintah daerah setempat. Petugas PT PLN (Persero) juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan teknis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana, I Wayan Putra Mahardika, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya bersama PLN langsung turun tangan melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi kejadian.
“Benar adanya peristiwa tersebut. Sudah kita tindak lanjuti dan melakukan pemeriksaan di areal bermain tersebut. Setelah dicek oleh petugas PLN, ternyata ada konsleting pada pitingan lampu penerangan dan sudah diperbaiki,” ujar Mahardika, Kamis (24/9).
Mahardika menyebutkan, selain memperbaiki kerusakan pada fasilitas lampu penerangan, Pemkab Jembrana juga berupaya melacak keberadaan dan alamat korban guna memastikan kondisi kesehatannya.
“Kami dari pagi tadi terkendala karena korban tidak ingin dikunjungi dan mengatakan hanya ingin mengingatkan agar tidak ada korban lain. Namun kami siang ini akan mengunjungi korban untuk memastikan kondisi korban,” ujarnya.
Puma menambahkan, pihak keluarga korban sempat enggan memberikan alamat lengkap rumah mereka, sehingga petugas sempat kesulitan memantau penanganan medis lebih lanjut.
“Yang bersangkutan tidak mau memberikan alamat rumah, sehingga kami kesulitan untuk berkunjung ke rumah korban untuk memastikan kondisinya, apakah perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut,” imbuhnya.
Pihaknya sangat menyesali terjadinya peristiwa ini dan berjanji akan melakukan pembenahan serta perawatan rutin pada seluruh fasilitas umum, khususnya fasilitas bermain anak agar tetap aman digunakan. Puma juga mengimbau para orang tua agar senantiasa waspada dan segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya di fasilitas publik. (MJ)