Bupati Kembang Hampir Menangis Saat Sampaikan Aspirasi Pedagang Pasar Umum Negara Bahagia

DENPASAR, MediaJembrana – Suasana haru mewarnai pertemuan antara Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bali pada Jumat (5/12/2025).

Dalam forum resmi yang biasanya berjalan kaku dan teknis, Bupati Kembang justru tampil sangat emosional ketika menyampaikan keluhan para pedagang Pasar Umum Negara, yang telah dibongkar total dan dibangun kembali dengan nama baru Pasar Umum Negara Bahagia.

Pertemuan itu menjadi ruang bagi Bupati untuk menggambarkan situasi nyata para pedagang yang kini mengalami kesulitan berat. Dengan suara bergetar, ia mengisahkan bagaimana sejumlah pedagang hanya mampu berjualan hingga mendapatkan Rp15.000 dalam sehari, bahkan sebagian lainnya terpaksa menutup usaha karena omzet benar-benar menurun drastis.

“Saya merasakan betul bagaimana sekarang dampak ekonomi. Pedagang-pedagang kita sudah tidak dapat jualan,” ujarnya, tampak menahan emosi.

Dalam video yang diunggah di media sosial pribadi Bupati Kembang terlihat bagaimana beliau hampir menitikkan air mata saat menceritakan kondisi pedagang yang datang menemuinya. Berkali-kali ia menyebut bahwa para pedagang mengadu omzet mereka “hampir tidak ada setiap hari.”

“Bayangkan, yang tadinya pasarnya ramai, Pak… Nangis, Pak, di sini,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan urusan politik atau pencitraan, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup para keluarga pedagang. “Anak-anak mereka harus sekolah, mereka harus makan,” katanya dengan nada bergetar.

Ia bahkan mengakui, apabila berpikir secara politis, ia bisa saja memilih diam dan membiarkan permasalahan berjalan begitu saja. Namun menurutnya, sikap seperti itu tidak akan menyelesaikan persoalan. “Kalau saya mau secara politik, nggak usah… biarin aja pasar itu bangkrut. Tapi kan nggak begitu, Pak,” ucapnya tegas.

Bupati Kembang juga mengingatkan bahwa para pedagang bangun sejak pukul dua dini hari untuk menyiapkan dagangan. Sementara pejabat pemerintah, menurutnya, berada dalam posisi jauh lebih nyaman karena setiap awal bulan “gaji sudah masuk otomatis.” Ia menekankan bahwa tugas pemerintah adalah bekerja demi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar berdebat soal teknis atau aturan yang kaku.

“Kalau kita bicara teknis, berdebat dengan Bapak, kalah saya, Pak. Bapak aturan, Bapak tahu sendiri. Tapi ujung dari pengabdian kita apa? Kita ingin mereka sejahtera,” katanya.

Ia kemudian menjelaskan berbagai keluhan teknis yang disampaikan pedagang. Banyak pedagang menyayangkan pintu pasar baru yang terlalu rendah sehingga membuat akses keluar-masuk menjadi sulit. Ada juga keluhan bahwa pasar hanya memiliki satu pintu sehingga arus pembeli dan pedagang menjadi terhambat. Beberapa pembeli bahkan menyarankan agar dibuat pintu tambahan di sisi lain, agar akses dari area parkir lebih mudah.

Selain itu, pedagang ayam hidup menyampaikan keberatan karena tidak bisa berjualan di dalam bangunan pasar yang baru. Mereka berharap adanya tempat khusus kecil di area parkir agar tetap bisa berjualan tanpa harus berada di bawah panas matahari. Di sisi lain, perwakilan beberapa pedagang juga mengusulkan dibangunnya jembatan bawah yang menghubungkan blok utara dan selatan sehingga mereka tidak perlu memutar jauh ketika memindahkan barang atau melayani pelanggan.

Bupati Kembang menegaskan bahwa seluruh permintaan itu sangat sederhana dan tidak mengubah struktur utama gedung. “Saya tidak merubah konstruksi gedung. Cuma minta pintu,” ujarnya.

Secara berulang, ia menggarisbawahi bahwa semua masukan tersebut bukan keinginannya pribadi, melainkan aspirasi langsung pedagang. “Ini aspirasi mereka, keinginan mereka, Pak. Jadi saya datang, langsung berharap sekali dan memohon pada Bapak, Ibu, bantu kami, Pak,” ucapnya. Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kebijakan khusus dari balai teknis yang menangani pembangunan pasar, mengingat surat-surat permohonannya sebelumnya telah dibalas dengan penjelasan teknis yang tidak memberikan solusi berarti.

“Bantu kami. Bantu pedagang,” katanya menutup penyampaiannya.

Di akhir pertemuan, Bupati Kembang menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan nasib para pedagang Pasar Umum Negara Bahagia. Meski ia mengakui bahwa perubahan teknis tidak mudah dilakukan, ia tetap optimistis.

“Saya akan terus perjuangkan walau secara teknis tidak mudah. Astungkara ada jalan dan tindak lanjut atas aspirasi para pedagang yang telah saya sampaikan,” ujarnya.

Menurut Bupati, pembangunan pasar tidak boleh hanya berfokus pada kemegahan fisik bangunan, tetapi harus memprioritaskan keberlanjutan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari pasar tersebut. “Ini bukan saja masalah kemegahan bangunan pasar, tapi keberlangsungan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang, adalah hal yang amat sangat penting,” tegasnya.

Pertemuan tersebut menjadi gambaran jelas bahwa di balik proyek revitalisasi pasar yang megah, terdapat keresahan mendalam para pedagang yang berjuang agar tetap bisa berjualan.

Dan di tengah semua dinamika teknis, seorang bupati tampak berjuang keras, bahkan hampir menangis, demi memastikan suara mereka tidak hilang di antara tumpukan dokumen dan peraturan. (Angga Wijaya/MJ)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja

Jembrana

Jembrana Membanggakan: Generasi muda Jembrana Sabet Emas Silat dan hingga Juara Esai Ilmiah

Negara

Ditemukan Tak Bernyawa di Areal DAM Baluk, Keluarga Tolak Autopsi

Jembrana

Pemkab Jembrana Adakan Pasar Murah, Gempur Inflasi & Jaga Stabilitas Harga di Bulan Ramadhan.

Wow! Duase ayu valentine naikan penjualan kondom dan jadi trend

Berita Terbaru

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja