Party Jamu, Cara Sehat Nongkrong Ala Gen Z

Fenomena “Open Table Jamu” yang tengah viral di berbagai platform media sosial kini menjelma menjadi gaya hidup baru anak muda Indonesia. Tren ini dipopulerkan oleh Generasi Z sebagai alternatif acara kumpul tanpa konsumsi alkohol, sekaligus bentuk apresiasi terhadap budaya minum jamu tradisional yang selama ini identik dengan generasi lebih tua.

Dalam beberapa pekan terakhir, tagar bertema party jamu dan open table jamu mendominasi linimasa TikTok dan Instagram. Dalam berbagai unggahan, anak muda berkumpul layaknya tengah nongkrong di bar atau kafe, namun alih-alih menyajikan minuman beralkohol, meja mereka dipenuhi botol jamu seperti beras kencur, kunyit asam, temulawak, hingga brotowali.

Menurut laporan berbagai media nasional, banyak Gen Z menganggap tren ini sebagai cara sehat dan menyenangkan untuk melepas penat tanpa efek samping alkohol. Mereka justru merasa lebih rileks setelah minum jamu karena kandungan rempahnya yang menyehatkan, seperti jahe, kunyit, dan kencur. Selain itu, acara open table jamu dianggap lebih ramah bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau tidak ingin ikut budaya pesta mabuk-mabukan.

Tidak hanya sebatas gaya hidup sehat, tren ini juga memberi dampak ekonomi positif. Laporan dari Murianetwork menyebutkan banyak pedagang jamu keliling kembali kebanjiran pelanggan setelah tren ini viral. Jualan yang sebelumnya lesu kini meningkat karena tingginya permintaan dari anak muda yang mencari jamu segar untuk kebutuhan nongkrong maupun konten media sosial.

Media CNA Indonesia menyoroti alasan lain mengapa Gen Z memilih jamu ketimbang matcha, kopi susu, atau minuman kekinian lainnya. Selain dianggap lebih alami dan rendah gula, jamu dipandang lebih “sustainable” karena berbasis rempah lokal. Hal ini terus membuka peluang bagi UMKM jamu tradisional dan produsen jamu kemasan modern.

Fenomena ini juga memunculkan kreativitas baru. Laporan DetikJogja menyebutkan banyak resep jamu modifikasi ala Gen Z bermunculan, mulai dari jamu manis yang lembut hingga versi pahit ekstrem untuk tantangan minum bersama. Modifikasi ini membuat jamu terasa lebih estetik dan menarik untuk dibagikan di media sosial.

Di sisi budaya, tren ini turut menjadi bentuk re-branding jamu sebagai minuman lokal yang mampu bersaing secara global. Suara Merdeka mencatat bahwa jamu kini tidak lagi dianggap kuno, tetapi mengalami transformasi menjadi bagian dari identitas gaya hidup anak muda modern yang bangga dengan warisan budaya Indonesia.

Dengan semakin banyaknya konten dan acara open table jamu yang muncul, tren ini diyakini tidak hanya sekadar fenomena sesaat. Sebaliknya, ia berpotensi menjadi gerakan kesehatan dan budaya yang lebih besar, sekaligus mendorong jamu Indonesia semakin dikenal dan dihargai. (Angga Wijaya/MJ)

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Bupati Kembang Hartawan Pimpin Apel Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Pentingnya Karakter Patriotik dan Berempati

Antrean 1,5 Km di Gilimanuk sejak Subuh gegara Kapal Tak Bisa Sandar Kehambat Air Surut

Kembang Hartawan Bantah Isu Pencitraan Pilgub, Tegaskan Fokus Kerja Bagi Masyrakat Jembrana

Jembrana

Tiang Lampu di Pinggir Irigasi Jembrana Ternyata Berarus Listrik, Pria 65 Tahun Tewas Kesetrum

Jembrana

Anjing Liar Diduga Rabies Serang 2 Warga di Jembrana, Korban Digigit di Wajah Diberi Serum

Jembrana

Motor Curian dari Tabanan Hendak Dibawa ke Jawa, Digagalkan di Gilimanuk

Jembrana

Bupati Kembang Lantik Pejabat Baru: Tekankan Ekonomi Lokal dan Soliditas ASN

Jembrana

Dorong Modernisasi Pertanian, Kelompok Tani Jembrana Terima Bantuan Alsintan

BALI

Jual BBM Subsidi Rp 70 Ribu per Botol Saat BBM Langka, Terancam 6 Tahun Bui

Berita Terbaru

Bupati Kembang Hartawan Pimpin Apel Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Pentingnya Karakter Patriotik dan Berempati

Antrean 1,5 Km di Gilimanuk sejak Subuh gegara Kapal Tak Bisa Sandar Kehambat Air Surut

Kembang Hartawan Bantah Isu Pencitraan Pilgub, Tegaskan Fokus Kerja Bagi Masyrakat Jembrana

Jembrana

Tiang Lampu di Pinggir Irigasi Jembrana Ternyata Berarus Listrik, Pria 65 Tahun Tewas Kesetrum

Jembrana

Anjing Liar Diduga Rabies Serang 2 Warga di Jembrana, Korban Digigit di Wajah Diberi Serum