JEMBRANA, Media Jembrana.com – Dua warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia diduga akibat tersengat tawon di kebun Banjar Kedisan, Selasa (20/1/2026).
Korban pertama, Dewa Ketut Suparta (69), buruh harian lepas, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban kedua, Dewa Ayu Made Gati (56), meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas I Mendoyo.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.Saat itu korban pertama sedang beristirahat di bale gubuk miliknya. Saksi kedua, Dewa Ketut Jugaria, hendak memindahkan daun kelapa kering di bawah bale-bale. Tanpa disadari, di bawah tumpukan daun terdapat sarang tawon.
“Kejadiannya sangat cepat. Kami tidak tahu kalau di bawah daun kelapa kering ada sarang tawon. Setelah diserang, kami berusaha menyelamatkan diri, tapi korban terjatuh dan tidak sadar,” ujarnya.
Sekelompok tawon kemudian menyerang korban pertama dan saksi kedua. Keduanya berlari menyelamatkan diri, namun korban pertama terjatuh dan kepalanya terbentur akar pohon, lalu kembali diserang hingga tidak sadarkan diri.
Saksi pertama, I Ketut Nosen, menolong saksi kedua dan membawanya ke Puskesmas I Mendoyo.
“Saksi kedua bisa saya tolong dan langsung kami bawa ke puskesmas, tapi korban sudah jatuh dan tidak bergerak lagi. Saat warga datang, korban sudah meninggal,” kata Nosen.
Jenazah korban pertama dievakuasi ke rumah duka. Tim Ident Polres Jembrana yang dipimpin AIPTU I Putu Budiarta bersama tim medis Puskesmas I Mendoyo melakukan pemeriksaan luar.
“Ditemukan luka akibat benturan dan bekas sengatan tawon. Keluarga menolak otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar AIPTU I Putu Budiarta.
Dokter Puskesmas I Mendoyo, dr. Dwi Kristian, menyebut terdapat luka di dahi, bibir, lebam mayat, serta bekas sengatan tawon. “Penyebab kematian belum bisa dipastikan karena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, korban kedua sempat dirawat hingga pukul 18.00 WITA dan diperbolehkan pulang. Namun pukul 20.00 WITA mengalami kejang-kejang dan kembali dibawa ke puskesmas.
“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.30 WITA,” ujar dokter piket dr. Komang Rai Widiastika.
Pihak keluarga menerima penjelasan dari Puskesmas I Mendoyo bahwa penanganan korban telah dilakukan sesuai SOP. (AW/MJ)