JAKARTA, MediaJembrana.com – Tren hiburan malam di kalangan Generasi Z mulai bergeser. Anak muda kini semakin banyak memilih konsep sober party atau soft clubbing, yakni pesta tanpa minuman beralkohol, sebagai alternatif klub malam konvensional.
Perubahan ini terlihat dari maraknya penyelenggaraan acara pesta tanpa alkohol di sejumlah kota besar, seperti Jakarta dan Bogor. Acara tersebut tetap menghadirkan DJ, musik elektronik, dan suasana layaknya klub malam, namun minuman yang disajikan berupa kopi, minuman energi, atau mocktail non-alkohol.
Konsep soft clubbing juga mulai populer. Berbeda dengan klub malam pada umumnya, jenis hiburan ini menawarkan musik dengan volume lebih rendah, waktu acara yang lebih singkat, serta ruang yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara lebih nyaman.
Pelaku industri hiburan menyebut, minat Gen Z terhadap konsep ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan fisik dan mental. Alkohol dinilai berisiko mengganggu produktivitas, kualitas tidur, serta kondisi psikologis. Selain itu, faktor biaya juga menjadi pertimbangan karena hiburan tanpa alkohol relatif lebih terjangkau.
Selain sober party, bentuk hiburan alternatif lain juga berkembang, seperti coffee party, nongkrong tematik di kafe, hingga kegiatan komunitas olahraga yang dikemas sebagai ajang sosial. Beberapa kota bahkan mencatat tren “party jamu”, yakni acara nongkrong dengan minuman herbal tradisional sebagai pengganti alkohol.
Pengamat gaya hidup menilai fenomena ini menunjukkan perubahan pola bersosialisasi generasi muda. Jika sebelumnya hiburan malam identik dengan konsumsi alkohol dan aktivitas hingga dini hari, kini Gen Z lebih memilih kegiatan sosial yang dinilai aman, sehat, dan tetap memberi ruang ekspresi diri.
Meski demikian, budaya clubbing tidak sepenuhnya ditinggalkan. Sebagian anak muda masih mengunjungi klub malam, namun dengan frekuensi yang lebih rendah atau tanpa konsumsi alkohol.
Pergeseran ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha hiburan malam untuk menyesuaikan konsep acara dengan preferensi generasi muda yang semakin mengutamakan kesehatan dan keseimbangan hidup. (AW/MJ)