Kendaraan Dinas Dikelola Terpusat, Jembrana Dorong Tata Kelola Lebih Efisien

NEGARA, Media Jembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai menerapkan kebijakan sentralisasi kendaraan dinas sebagai bagian dari pembenahan tata kelola aset daerah dan penguatan pengawasan penggunaan fasilitas negara.

Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menekan biaya operasional, tetapi juga memastikan kendaraan dinas benar-benar digunakan sesuai kebutuhan pelayanan publik.
Selama ini, pengelolaan kendaraan dinas tersebar di masing-masing organisasi perangkat daerah.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pengawasan, baik dari sisi penggunaan, biaya perawatan, hingga efisiensi bahan bakar minyak. Melalui sistem pooling, seluruh kendaraan dinas kini dikelola terpusat oleh sub bagian umum sekretariat daerah.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, kebijakan sentralisasi atau sistem pooling kendaraan merupakan respons pemerintah daerah terhadap keterbatasan anggaran. Dengan menarik pengelolaan kendaraan ke satu titik, Pemkab Jembrana memproyeksikan adanya penghematan pada pos pemeliharaan dan BBM yang sebelumnya tersebar di tiap dinas.
“Tentu tujuan yang kita harapkan ada efisiensi di biaya operasional, mempermudah fungsi kontrol terhadap penggunaan aset, umur aset termasuk skala prioritas penggunaan,” ujar Bupati Kembang, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, sentralisasi juga memudahkan pemerintah daerah memetakan kondisi kendaraan secara menyeluruh, mulai dari kelayakan pakai hingga tingkat kebutuhan riil setiap perangkat daerah. Dengan demikian, pengadaan kendaraan baru dapat lebih selektif dan berbasis data.

Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga keuangan daerah di tengah ruang fiskal yang terbatas. Bupati optimistis stabilitas keuangan daerah tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus cerdas dalam mengelola setiap rupiah. Sentralisasi kendaraan bukan sekadar soal pengaturan parkir, tapi soal disiplin anggaran. Kita mengalihkan beban biaya rutin yang tinggi menjadi anggaran yang bisa digunakan untuk jaminan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masyarakat,” tegasnya.

Untuk memperkuat kebijakan tersebut, Pemkab Jembrana juga menyiapkan inovasi berupa transformasi digital birokrasi. Seluruh pergerakan kendaraan dinas nantinya akan dipantau secara real-time melalui sistem digital guna memastikan akuntabilitas perjalanan dinas dan mencegah potensi penyalahgunaan aset.

Ke depan, kebijakan sentralisasi kendaraan dinas ini akan terus dievaluasi secara berkala. Pemerintah daerah menargetkan sistem ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga mendorong budaya kerja yang lebih tertib, transparan, dan bertanggung jawab dalam pengelolaan aset publik. (AW/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang

Jembrana

Jelang Idul Adha dan Long Weekend, Truk-Bus Mengular hingga Kantor Lurah Gilimanuk

Jembrana

Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Negeri Pembina Melaya, Wabup Ipat Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Jembrana

Polisi dan Pemerintah Desa Pastikan Informasi “Pocong Jadi-jadian” di Air Kuning Hoaks, Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Isu Medsos

Berita Terbaru

Jembrana

Lepas 414 Atlet PORJAR Jembrana, Bupati Kembang Targetkan Tembus Lima Besar Bali

Jembrana

Salip Truk Trailer, IRT asal Jember Tewas, Anak 5 Tahun Terluka Parah

Jembrana

Inovasi Banjar Smart Hub Warnasari Kelod, Integrasikan Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Jembrana

Nahas di Jalan! Ambulans Jenazah Hilang Kendali dan Hantam Rumah Warga

Terkendala Biaya Ratusan Juta, Jenazah PMI Jembrana Tertahan di Jepang