Pasca Banjir Tukad Pulukan; Warga Alun-Alun Khawatir Banjir Susulan

Pakutatatan.  Mediajembrana.com. Meski warga telah kembali ke rumah masing-masing, pasca terjangan luapan Tukad Pulukan yang dipicu hujan deras dan bajir di wilayah Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng terjadi pada Kamis (15/1/2026) petang, rasa waswas warga Tempek Alun-Alun, Banjar Pasar, Desa Pekutatan belum sirna. Warga khawatir potensi banjir susulan dampakcuaca ekstrem.

Setiap kali hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai, debit air Tukad Pulukan kerap meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga di hilir. Seperti banjir yang. Kelihan Banjar Pasar Desa Pekutatan, I Ketut Sutama Minggu (18/1/2026) mengatakan banjir terjadi di luar perkiraan warga. Saat kejadian di wilayah permukiman ini hanya gerimis, namun ternyata hujan deras terjadi di daerah hulu dan banjir di Desa Sepang.

“Saat itu hujannya di sini hanya gerimis, tapi di hulu hujan deras. Sekitar pukul 18.00 Wita air tiba-tiba naik dan langsung menggenangi permukiman warga,” ujarnya. Saat itu warga tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah mereka. Luapan air bercampur lumpur dengan ketinggian mencapai sekitar 1,5 meter menerjang rumah-rumah penduduk di wilayah pinggiran Tukad Pulukan ini.

Sejumlah warga saat itu mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Kerusakan pun tak terelakkan. Selain perabot rumah tangga rusak dan harta benda yang hanyut, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan serius, bahkan ada yang roboh diterjang arus. “Kerugiannya cukup besar. Banyak barang-barang yang rusak dan hilang, beras terendam, dan bangunan juga tidak bisa langsung ditempati,” paparnya.

Hingga Minggu petang, warga masih belum bisa beraktivitas seperti biasanya karean masih fokus pemulihan, “Sekarang memang warga sudah kembali ke rumah, tapi belum bisa bekerja seperti biasanya karena kondisinya masih dalam tahap pembersihan dan perbaikan,” jelasnya. Tercatat sedikitnya ada 16 kepala keluarga di tempek ini yang saat ini kebutuhan pokoknya juga masih didukung dari bantuan yang disediakan di Posko.

Ia mengaku dengan kondisi cuaca ekstrim belakangan ini, warga khawatir debit air sungai bisa tiba-tiba kembali meluap. Ia menyebut meluapnya debit air Tukad Pulukan tidak bisa diprediksi seperti halnya pada banjir Kamis petang tersebut, “Apalagi hulu sungainya melewati wilayah Sepang. Jelas kalau sampai di sepang banjir, Tukad Pulukan pasti meluap Setiap musim penghujan warga dan aparat pasti was-was,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan kerusakan fisik akibat banjir ini meliputi dua unit dapur, satu kamar mandi, serta satu tembok penyengker yang jebol akibat terjangan arus. BPBD Jembrana bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan pasca banjir. Gotong royong pembersihan sisa-sisa material banjir sudah dilaksanakan Jumat (16/1/2026).

Bantuan logistik darurat juga telah disalurkan dengan mengacu pada skala prioritas sesuai standar operasional prosedur kebencanaan. “Untuk tahap awal, kami sudah menyalurkan 46 paket sembako. Bantuan ini sangat krusial karena banyak warga yang berasnya terendam dan peralatan dapurnya belum bisa digunakan,” ujar. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana banjir ini juga akan berlanjut hingga tahap pemulihan.

Terhadap kerusakan bangunan dampak banjir, pihaknya tengah memproses data kerusakan untuk menentukan skema bantuan yang paling tepat untuk diberikan kepada warga yang rumanya mengalami kerusakan. “Data kerusakan akan kami klasifikasikan. Selanjutnya kami koordinasikan usulan perbaikannya, baik ke tingkat provinsi, kabupaten, maupun melalui sinergi dengan PMI dan lembaga terkait lainnya,” tandasnya. (AG/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja

Jembrana

Jembrana Membanggakan: Generasi muda Jembrana Sabet Emas Silat dan hingga Juara Esai Ilmiah

Negara

Ditemukan Tak Bernyawa di Areal DAM Baluk, Keluarga Tolak Autopsi

Jembrana

Pemkab Jembrana Adakan Pasar Murah, Gempur Inflasi & Jaga Stabilitas Harga di Bulan Ramadhan.

Wow! Duase ayu valentine naikan penjualan kondom dan jadi trend

Berita Terbaru

BALI

Imlek Denpasar Hidupkan Ekonomi Kawasan Kota Tua

BALI

PKK Badung Turun ke Pantai Cemagi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Sumber

Jembrana

Kenakan Apron dan Turun Langsung Berjualan, Kembang–Ipat Semarakkan Peresmian Food Truck UMKM

Gen Z Pilih Menganggur daripada Terjebak Kerja

BALI

Perjuangan di Negeri Orang: Kisah PMI Jembrana yang Meninggal setelah Lelah Bekerja