JEMBRANA — Malam akhir pekan di Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, mendadak mencekam. Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Tegalcangkring–Delodberawah, tepatnya di Banjar Dauh Marga, Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 21.00 Wita.
Dua pengendara motor terpental dan terkapar luka-luka setelah sepeda motor mereka menabrak Tugu Buaya yang berada di tengah simpang tiga.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Suzuki Satria FU bernomor polisi DK-3425-WY yang dikendarai I Gede Alok Cahyana (35), warga Delodberawah, dengan rekannya Pamuji (46) asal Desa Tukadaya, Melaya, sebagai pembonceng. Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara sebelum kehilangan kendali.
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut dugaan kuat bahwa pengendara dalam kondisi mabuk sehingga kurang konsentrasi saat melintas.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan awal, kecelakaan berawal saat motor melaju dari selatan ke utara. Dugaan kuat pengendara kurang konsentrasi karena tercium bau alkohol sehingga tidak memperhatikan keberadaan tugu di tengah simpang tiga,” jelasnya, Minggu 30 November 2025.
Benturan keras dengan Tugu Buaya menyebabkan kedua korban terlempar ke jalan. Warga sekitar yang mendengar suara keras segera memberikan pertolongan sebelum petugas tiba di lokasi.
Akibat kecelakaan tersebut, Alok Cahyana mengalami luka serius berupa robek pada dahi dan luka di pangkal hidung. Sementara Pamuji mengalami benjol, robek di dahi, dan lebam pada mata kiri. Sepeda motor mereka mengalami kerusakan parah pada bagian depan.
Keduanya kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, sepeda motor yang ringsek diamankan oleh unit Satlantas Polres Jembrana sebagai barang bukti.
Iptu Aldri mengimbau masyarakat agar tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal, baik bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Kepolisian juga mengingatkan bahwa kelalaian pengendara menjadi penyebab sebagian besar kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam akhir pekan ketika mobilitas meningkat. (Angga Wijaya/MJ)