PUSPADI Bali Inisiasi Pelatihan Evakuasi Ramah Disabilitas

Denpasar, Media Jembrana – Pusat Pemberdayaan Disabilitas Indonesia (PUSPADI) Bali, didukung oleh Disability Rights Advocacy Fund, menggelar pelatihan Disability Awareness dan simulasi evakuasi inklusif pada 9-10 Desember 2025 di Denpasar, Bali.

Pelatihan ini diikuti sekitar 80 peserta dari lembaga kebencanaan, relawan, organisasi penyandang disabilitas, serta instansi pemerintah dan komunitas. Tujuannya, memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan pendekatan inklusif, yakni memastikan hak dan akses penyandang disabilitas tak terabaikan.

Ketua PUSPADI Bali, Putu Juliani Lawalata, menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Bali adalah wilayah dengan risiko bencana yang tinggi, tetapi kesiapsiagaan kita belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Pelatihan ini bukan hanya meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga menumbuhkan empati dan kesadaran bahwa penanganan bencana harus menjangkau semua orang tanpa kecuali,” ujarnya.

Pelatihan didesain komprehensif, mulai pengenalan konsep disabilitas, sistem peringatan dini inklusif, sampai simulasi evakuasi bagi ragam disabilitas, seperti disabilitas fisik, sensorik, intelektual, maupun psikososial. Simulasi memberi pengalaman langsung pada petugas dan relawan agar mampu mengevakuasi secara aman, bermartabat, dan sensitif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Lebih dari pelatihan, peran PUSPADI Bali dalam kebencanaan makin konkret lewat advokasi. PUSPADI Bali dikenal luas sebagai penyedia rehabilitasi, alat bantu, dan mobilitas adaptif yang sejak berdiri telah membantu ribuan penyandang disabilitas fisik.

Kini, PUSPADI juga aktif mendorong regulasi agar penanggulangan bencana di Bali mengakomodasi kelompok rentan. Salah satu bukti nyata, yaitu pembentukan ULD-PB (Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana) di bawah BPBD Provinsi Bali, sebuah unit layanan inklusif yang bertugas memastikan jalur evakuasi, sistem informasi dan respons bencana ramah terhadap penyandang disabilitas.

Menurut BPBD, ULD-PB digadang dapat mewakili sekitar 26.000 penyandang disabilitas di Bali, mencakup mereka dengan disabilitas fisik, mental, maupun non-fisik. Kehadiran ULD-PB menunjukkan bahwa strategi mitigasi bencana di Bali kini mulai memasukkan perspektif inklusif. Jadi, bukan sekadar perlindungan dasar, tetapi akses, partisipasi, dan pemulihan yang setara bagi semua warga.

Kolaborasi antara PUSPADI Bali, BPBD, organisasi penyandang disabilitas, serta forum kebencanaan diharapkan melahirkan sistem mitigasi dan respons bencana yang inklusif dan adil.

Pelatihan serta regulasi yang digagas oleh PUSPADI menunjukkan bahwa penanganan bencana di Bali mulai bertransformasi, tidak hanya menyasar lokasi dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keragaman kondisi manusia. (Angga Wijaya/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Bupati Kembang Hartawan Pimpin Apel Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Pentingnya Karakter Patriotik dan Berempati

Antrean 1,5 Km di Gilimanuk sejak Subuh gegara Kapal Tak Bisa Sandar Kehambat Air Surut

Kembang Hartawan Bantah Isu Pencitraan Pilgub, Tegaskan Fokus Kerja Bagi Masyrakat Jembrana

Jembrana

Tiang Lampu di Pinggir Irigasi Jembrana Ternyata Berarus Listrik, Pria 65 Tahun Tewas Kesetrum

Jembrana

Anjing Liar Diduga Rabies Serang 2 Warga di Jembrana, Korban Digigit di Wajah Diberi Serum

Jembrana

Motor Curian dari Tabanan Hendak Dibawa ke Jawa, Digagalkan di Gilimanuk

Jembrana

Bupati Kembang Lantik Pejabat Baru: Tekankan Ekonomi Lokal dan Soliditas ASN

Jembrana

Dorong Modernisasi Pertanian, Kelompok Tani Jembrana Terima Bantuan Alsintan

BALI

Jual BBM Subsidi Rp 70 Ribu per Botol Saat BBM Langka, Terancam 6 Tahun Bui

Berita Terbaru

Bupati Kembang Hartawan Pimpin Apel Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Pentingnya Karakter Patriotik dan Berempati

Antrean 1,5 Km di Gilimanuk sejak Subuh gegara Kapal Tak Bisa Sandar Kehambat Air Surut

Kembang Hartawan Bantah Isu Pencitraan Pilgub, Tegaskan Fokus Kerja Bagi Masyrakat Jembrana

Jembrana

Tiang Lampu di Pinggir Irigasi Jembrana Ternyata Berarus Listrik, Pria 65 Tahun Tewas Kesetrum

Jembrana

Anjing Liar Diduga Rabies Serang 2 Warga di Jembrana, Korban Digigit di Wajah Diberi Serum