Pelabuhan Gilimanuk Jadi Titik Akhir Perjalanan Enam Anak Jalanan

JEMBRANA, Media Jembrana.com – Perjalanan enam anak jalanan tanpa identitas yang berniat mengadu nasib ke Denpasar harus berakhir di Pelabuhan Gilimanuk. Tanpa dokumen kependudukan dan bekal yang memadai, mereka diamankan petugas gabungan dan dipulangkan ke daerah asal di Jawa Timur, Rabu (7/1/2026).

Keenam anak jalanan tersebut diamankan oleh petugas Kelurahan Gilimanuk bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Linmas saat melakukan pemantauan wilayah. Mereka ditemukan berada di emperan sebuah kafe di wilayah Kelurahan Gilimanuk.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, S.E., mengatakan saat dilakukan pemeriksaan awal, keenam anak jalanan tersebut tidak dapat menunjukkan identitas diri. “Mereka tidak membawa KTP atau identitas lain, juga tidak memiliki bekal. Tujuan mereka ingin ke Denpasar, namun dengan kondisi seperti ini tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan, keenam anak jalanan itu terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki. Usia mereka berkisar antara 13 hingga 22 tahun, dengan sebagian besar masih di bawah umur.

“Sebagian masih anak-anak, sehingga kami mengambil langkah pengamanan dan pemulangan,” kata Tony Wirahadikusuma.

Setelah diamankan, keenam anak jalanan tersebut dibawa ke pos untuk dilakukan pendataan lebih lanjut. Dalam proses tersebut, petugas juga memberikan sarapan serta pembinaan singkat sebagai bentuk pendekatan humanis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mereka tetap terjaga sebelum diputuskan tindakan lanjutan.

Tony Wirahadikusuma menegaskan, keputusan pemulangan diambil demi keselamatan dan keamanan mereka. “Karena tidak memiliki identitas, tidak membawa bekal, dan belum cukup umur, maka diputuskan untuk dipulangkan ke daerah asal melalui Pelabuhan Gilimanuk,” jelasnya.

Proses pemulangan dilakukan dengan pengawalan petugas gabungan. Aparat juga melakukan koordinasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat Pelabuhan Gilimanuk kerap menjadi pintu masuk sekaligus titik pengawasan bagi warga tanpa identitas yang hendak masuk ke Bali.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan anak jalanan memerlukan perhatian serius lintas daerah. Tidak hanya penertiban, tetapi juga upaya pencegahan agar anak-anak dan remaja tidak nekat bepergian tanpa identitas dan tujuan yang jelas. (AW/MJ)

 

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Jembrana

Tahun ini, 20 Titik PJU Mati PerDesa Ditargetkan Kembali Menyala

Nahas, Sopir Truk Asal NTB Tewas Kena Ledakan Ban dan Terbentur Sasis di Jembrana

Ketidaksinkronan Data Sebabkan Piutang PBB di Jembrana Melebihi Rp54 M

Hindari Macet Gilimanuk, Bus Masuk Gang hingga Tabrak Warung Warga

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD

Pemkab Jembrana Apresiasi Peran Vital ORARI dalam Penanggulangan Bencana

Jembrana

Maling Bobol Konter HP di Jembrana Ditangkap, Uang Curian Dipakai Bayar Utang

Jasat Nelayan Jembrana yang Hilang di Pulukan Ditemukan di Banyuwangi

Hiu Paus yang Mati Terdampar di Pengeragoan Akhirnya Dikubur

Berita Terbaru

Jembrana

Tahun ini, 20 Titik PJU Mati PerDesa Ditargetkan Kembali Menyala

Nahas, Sopir Truk Asal NTB Tewas Kena Ledakan Ban dan Terbentur Sasis di Jembrana

Ketidaksinkronan Data Sebabkan Piutang PBB di Jembrana Melebihi Rp54 M

Hindari Macet Gilimanuk, Bus Masuk Gang hingga Tabrak Warung Warga

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD