Jembrana, Mediajembrana.com – Operasional Dermaga II di Pelabuhan Gilimanuk resmi ditutup sementara mulai Kamis (20/8). Penutupan ini dilakukan sehubungan dengan adanya pengerjaan proyek peningkatan kapasitas dermaga yang ditargetkan selesai sebelum masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah penutupan efektif ini diambil guna menjamin keselamatan para pengguna jasa maupun tenaga kerja, mengingat pembongkaran struktur eksisting Dermaga II merupakan tahapan awal proyek yang harus segera dieksekusi.
“Tanggal 20 Agustus 2026 dilakukan kegiatan perencanaan Pola Operasi dan Penjadwalan Kapal Lintasan Ketapang-Gilimanuk pada saat penutupan Dermaga MB II Gilimanuk,” ungkap Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Bintang Felfian, saat dikonfirmasi, Jumat (21/8).
Proyek peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk mengurai antrean dan kemacetan yang kerap terjadi belakangan ini, khususnya pada armada kendaraan berat. Melalui revitalisasi ini, daya tahan beban dermaga akan ditingkatkan secara signifikan.
“Peningkatan kapasitas dermaga dari semula 20 ton jadi 50 ton agar bisa muat-bongkar truk-truk besar yang awalnya hanya masuk dermaga LCM,” papar Bintang.
Menanggapi potensi dampak penutupan salah satu dermaga vital tersebut, pihak ASDP memastikan telah menyiapkan skema rekayasa operasional untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di area Pelabuhan Gilimanuk.
“Selama proses pengembangan dermaga MB II, bongkar muat dimaksimalkan distribusinya ke MB lain dengan pola operasional khusus. Mohon doa restu agar sesuai target pas Nataru sudah kembali dioperasikan untuk kelancaran mobilisasi Bali-Jawa,” tandas Bintang.