Ratusan Umat Ikuti Metatah Massal Gratis di Jembrana

Negara, Mediajembrana.com – Ratusan umat Hindu mengikuti rangkaian upacara Manusa Yadnya Metatah utawi Mepandes, Metugtug Kelihan/Ngeraja Sewala, Mepetik, serta Pemarisuda Mala atau ruwatan mala yang digelar Sabtu (27/8/2026). Upacara yadnya tersebut dilaksanakan secara massal dan tanpa dipungut biaya dari peserta.

Upacara Manusa Yadnya Metatah Utawi Mepandes yang dirangkaikan dengan upacara Metugtug Kelihan/Ngeraja Sewala, Mepetik, serta Pemarisuda Mala atau ruwatan mala kembali digelar di Jembrana. Umat Hindu di Jembrana pun antusias mengikuti rangkaian upakara yang di Wantilan Pura Dang Khayangan Perancak, Jembrana tersebut. Sejak pagi areal lokasi pelaksanaan yadnya sudah dipadati oleh umat. Upacara ini diikuti oleh umat yang berasal dari berbagai desa adat di Jembrana.

Ketua Panitia, yang laporannya dibacakan Ketua DPK Peradah Jembrana, A.A.B. Hendra Sugihantara Putra, menyampaikan terdapat 172 pendaftar dari masyarakat Kabupaten Jembrana melalui Google Form. Dari jumlah tersebut, peserta Metatah Massal tercatat sebanyak 45 orang, Metutug Singa/Ngeraja Kelihan atau Ngeraja Sewala sebanyak 28 orang, Mepetik atau metelu bulanan sebanyak 27 orang, sedangkan peserta Pemarisuda Mala atau ruwatan mala mencapai 143 orang.

Ia mengatakan Pelaksanaan upacara yadnya ini menggunakan sejumlah sarana upakara, di antaranya Bebangkit Mungkul Gayah Tenggek Gayah Gruda, banten Ancak Bingin, upakara Sapuh Lara Melaradan, serta upakara Caru Pengimpas Baya. Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Jembrana menganggarkan kegiatan Metatah Massal sebesar Rp200 juta sebelum dipotong pajak.

Pihaknya menegaskan dengan program dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, seluruh umat yang mengikuti yandnya ini dipastikan tidak dipungut biaya apapun. Karena sudah ditanggung pemerintah daerah, peserta menurutnya hanya membawa sarana upakara pribadinya saja. “Dengan dukungan anggaran tersebut, seluruh peserta tidak dikenakan biaya atau gratis. Peserta hanya diwajibkan membawa satu banten pejati untuk setiap kepala keluarga serta tirta dari merajan masing-masing.” ujarnya.

Sambutan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang dibacakan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jembrana, I Ketut Armita, menyebut pelaksanaan upacara tersebut merupakan sarana sradha dan bhakti sekaligus bentuk kewajiban orang tua sebagai guru rupaka kepada anak-anaknya.Pelaksanaan upacara ini juga dipastikannya mengikuti ketentuan sastra agama dan drsta yang dilandasi ketulusan, serta semangat saling asah, asih, dan asuh.

Dikatakannya juga nilai-nilai kebersamaan diwujudkan melalui prinsip paras paros sarpanaya, gilik saguluk, dan salunglung sabayantaka. Menurutnya, rangkaian Manusa Yadnya tersebut memiliki makna spiritual bagi kehidupan umat Hindu. Upacara Metatah atau Mepandes menurutnya dimaknai sebagai proses melebur Sad Ripu agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi suputra. Sementara Pemarisuda Mala atau ruwatan mala sebagai upaya menghilangkan dasa mala yang ada pada diri manusia.

Sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu umat dalam melaksanakan kewajiban yadnya, upacara yadnya secara massal diharapkan dapat meringankan beban biaya umat sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan masyarakat Jembrana. “pelaksanaan yadnya tidak hanya berlangsung sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat dalam menjalankan tradisi dan nilai-nilai kehidupan Hindu Bali secara bersama-sama,” tandasnya. (MJ)

Keterangan gambar:
Upacara Manusa Yadnya Metatah utawi Mepandes yang dirangkaikan dengan upacara Metugtug Kelihan/Ngeraja Sewala, Mepetik, serta Pemarisuda Mala atau ruwatan mala di Wantilan Pura Dang Khayangan Perancak, Jembrana, Sabtu (22/8/2026).

Tags

Bagikan Berita Ini

Picture of Media Jembrana

Media Jembrana

Berita Terkait Lainnya

Semangat Ngayah, Festival Semarak Jembrana 2026 Sukses Digelar Meriah di Tengah Keterbatasan

Jadi Joki Mekepung, Kembang- Ipat Jajal Keseruan Festival Mekepung 2026

Ratusan Umat Ikuti Metatah Massal Gratis di Jembrana

Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Mulai 20 Agustus, Target Rampung Sebelum Nataru

Jembrana

Seniman Cilik Jembrana, Adu Kreativitas di Lomba Gong Kebyar Anak-Anak

Jembrana

Polisi Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal di Gilimanuk, Pelaku Diduga Eks PMI

Bupati Kembang Pimpin HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jembrana.

Tekan APBD , HUT Kota Negara ke-131 tetap meriah berkat Kolaborasi donatur

123 Napi Rutan Negara Dapat Remisi Kemerdekaan RI, Satu Langsung Bebas

Berita Terbaru

Semangat Ngayah, Festival Semarak Jembrana 2026 Sukses Digelar Meriah di Tengah Keterbatasan

Jadi Joki Mekepung, Kembang- Ipat Jajal Keseruan Festival Mekepung 2026

Ratusan Umat Ikuti Metatah Massal Gratis di Jembrana

Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Mulai 20 Agustus, Target Rampung Sebelum Nataru

Jembrana

Seniman Cilik Jembrana, Adu Kreativitas di Lomba Gong Kebyar Anak-Anak