JAKARTA, Media Jembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana mengajukan kebutuhan anggaran ratusan miliar rupiah kepada pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat.
Usulan tersebut disampaikan langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Dalam pertemuan itu, Bupati Kembang diterima oleh Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Restuardy Daud.
Berbagai sektor strategis menjadi fokus usulan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, hingga ketenteraman dan ketertiban umum. Pemkab Jembrana menilai dukungan anggaran dari pusat penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Pembangunan Jembrana membutuhkan dukungan anggaran yang kuat, tidak hanya dari APBD, tetapi juga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program strategis kementerian. Aspirasi ini kami sampaikan langsung sebagai bentuk ikhtiar memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati Patriana Krisna di lokasi pertemuan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Jembrana mengusulkan rehabilitasi ruang kelas sekolah kategori sedang hingga berat sebanyak 10 unit dengan anggaran lebih dari Rp7,8 miliar. Selain itu, diajukan pembangunan lima ruang kelas baru dengan nilai lebih dari Rp6,5 miliar.
Untuk bidang kesehatan, usulan meliputi pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (BPJS) dengan kebutuhan anggaran Rp16 miliar selama tiga bulan. Pemkab juga mengajukan pemeliharaan serta rehabilitasi sarana dan prasarana gedung puskesmas pembantu (pustu) senilai Rp14,24 miliar.
Pada sektor pekerjaan umum, nilai usulan tergolong paling besar. Di antaranya peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan sebesar Rp22 miliar, pembangunan sumur dalam dan jaringan perpipaan serta rehabilitasi jaringan irigasi permukaan senilai Rp31,04 miliar.
Selain itu, diusulkan pemeliharaan berkala jalan sepanjang 41,79 kilometer dengan anggaran Rp83,58 miliar, pembangunan jembatan Rp7,7 miliar, serta pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan senilai Rp36,33 miliar.
Pemkab Jembrana juga mengajukan pengadaan mobil layanan darurat reaksi cepat dan mobil pemadam kebakaran untuk mendukung pencegahan kebakaran. Di sektor perhubungan, usulan diarahkan pada penyediaan perlengkapan jalan di ruas jalan kabupaten/kota.
Dirjen Bina Bangda Kemendagri menyambut positif langkah proaktif Pemkab Jembrana tersebut. Ia menegaskan pentingnya kesesuaian dokumen perencanaan daerah, khususnya RKPD, dengan arah dan target pembangunan nasional agar seluruh usulan dapat diproses dan direalisasikan pada tahun anggaran berjalan maupun tahun berikutnya. (AW/MJ)