Jembrana, Mediajembrana.com – Seorang penumpang kapal penyeberangan KMP Cemerlang No. 55 dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke laut di perairan Selat Bali, Minggu (27/9) sore. Korban diketahui berinisial RF (23), warga Dusun Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.50 WIB saat KMP Cemerlang No. 55 tengah mengapung menunggu giliran sandar di area buoy merah dekat Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Saksi mata dari KMP Cemerlang No. 55 melihat ada seseorang yang menceburkan diri ke laut. Posisi jatuhnya korban terpantau berdekatan dengan KMP Gilimanuk 1. Pihak KMP Cemerlang No. 55 langsung menghubungi KMP Gilimanuk 1 melalui radio untuk membantu pencarian. Namun, sekitar pukul 18.05 WIB, korban sudah tidak terlihat di permukaan air.
Sejumlah kapal yang berada di titik koordinat 08°09’365″ S – 114°26’050″ E, yakni KMP Cemerlang No. 55, KMP Gilimanuk 1, dan KMP Surya Perkasa 1, sempat berupaya melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui menyeberang ke Bali menggunakan kendaraan travel mobil pribadi Toyota Avanza warna hitam nomor polisi N 1798 BX yang dikemudikan oleh Muhammad Kris Fauzi (23). Rombongan tersebut berangkat dari Surabaya pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 22.00 WIB dengan tujuan Tabanan, Bali, untuk bekerja.
Paman korban, Supeno (33), yang ikut dalam rombongan menceritakan bahwa korban tidak menunjukkan gelagat aneh selama perjalanan. Namun, sebelum hilang, korban sempat melontarkan kalimat aneh kepada kerabatnya.
Pihak keluarga bersama pengemudi travel sempat melakukan pencarian di seluruh area kapal hingga kapal sandar di Pelabuhan Gilimanuk pukul 18.15 WITA, tetapi korban tidak ditemukan.
Keterangan dari pihak keluarga menduga aksi nekat korban dilatarbelakangi oleh permasalahan keluarga dengan istrinya.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Aditya N membenarkan peristiwa tersebut, pihaknya mengatakan bahwa pencarian korban dilakukan pagi ini bersama tim SAR Gabungan.
“Kemarin malam kita sempat melakukan penyisiran, namun hasilnya nihil. Pagi ini SAR Gabungan akan kembali melakukan pencarian,” kata Aditya, Senin (28/9). (MJ)